Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Demi Fokus AI, Pinterest PHK 15 Persen Karyawan, Sekitar 780 Posisi Terdampak

Andika Julia Perdana Putra • Kamis, 29 Januari 2026 | 19:35 WIB
Pinterest lakukan PHK massal ke ratusan pegawai demi tingkatkan AI.
Pinterest lakukan PHK massal ke ratusan pegawai demi tingkatkan AI.

RADARTUBAN – Pinterest kembali melakukan langkah efisiensi dengan memangkas sekitar 15 persen dari total tenaga kerjanya.

Keputusan ini diambil seiring rencana perusahaan untuk mengalihkan lebih banyak sumber daya ke pengembangan produk dan strategi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Reuters mencatat, dari total lebih dari 5.000 karyawan penuh waktu per September lalu, pemutusan hubungan kerja ini diperkirakan berdampak pada sekitar 780 posisi di perusahaan.

Baca Juga: Imbas Restrukturisasi Besar, Ubisoft Ajukan PHK Sukarela hingga 200 Karyawan di Paris

Fokus Investasi Dialihkan ke Pengembangan AI

Langkah pemangkasan ini dilakukan untuk mendukung transformasi Pinterest menuju platform yang lebih mengandalkan teknologi AI, baik dalam rekomendasi konten, belanja digital, maupun sistem periklanan otomatis.

Pinterest sebelumnya telah meluncurkan asisten digital berbasis AI yang mampu memberikan rekomendasi belanja personal, serta rangkaian iklan Performance+ yang mengotomatiskan proses promosi bagi pengiklan.

Baca Juga: Pinterest Hadirkan Asisten AI, Cara Baru Menemukan Inspirasi yang Lebih Personal

Saham Anjlok, Investor Masih Ragu

Namun, strategi tersebut belum sepenuhnya meyakinkan pasar. Saham Pinterest dilaporkan anjlok hampir 10 persen setelah perusahaan mempromosikan teknologi AI-nya.

Penurunan ini menjadi sinyal bahwa investor masih meragukan kemampuan AI untuk menjadi motor pertumbuhan baru bagi platform berbagi inspirasi visual tersebut.

Tekanan dari TikTok dan Meta Makin Berat

Selain persoalan kepercayaan investor, Pinterest juga menghadapi persaingan yang semakin ketat dari platform lain seperti TikTok, serta layanan periklanan milik Meta melalui Facebook dan Instagram.

Kondisi ini membuat ruang pertumbuhan bisnis Pinterest semakin sempit di tengah dominasi raksasa teknologi.

Analis: Langkah Bersifat Defensif

Analis teknologi Jeremy Goldman menilai pemangkasan karyawan ini lebih bersifat defensif dibandingkan strategi ekspansi.

Menurutnya, tanpa peta jalan bisnis yang jelas, langkah efisiensi justru berpotensi membuat Pinterest semakin kesulitan meningkatkan pendapatan jangka panjang.

Tutup Sejumlah Kantor, Restrukturisasi Rampung Akhir Kuartal III

Selain pengurangan karyawan, Pinterest juga berencana menutup sejumlah kantor yang berkaitan dengan akuisisi sebelumnya.

Perusahaan memperkirakan proses restrukturisasi akan rampung pada akhir kuartal ketiga tahun ini.

Tren PHK di Industri Teknologi Terus Berlanjut

Langkah Pinterest sejalan dengan tren yang terjadi di industri teknologi global.

Sebelumnya, Autodesk juga mengumumkan pemangkasan sekitar 7 persen tenaga kerjanya untuk mengalihkan investasi ke sektor AI.

Konten AI Dikeluhkan Pengguna

Di sisi lain, ambisi Pinterest menjadi asisten belanja berbasis AI juga diiringi tantangan baru, yakni membanjirnya konten buatan AI di platform tersebut.

Banyak pengguna mengeluhkan kualitas dan keaslian konten yang dinilai menurun akibat maraknya gambar dan unggahan hasil kecerdasan buatan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#AI #Pinterest #kecerdasan buatan #investasi #efisiensi #phk