RADARTUBAN – Pertikaian antar-nelayan di Pelabuhan Pasuruan, Jawa Timur, berakhir tragis pada Rabu malam (4/2).
Sebanyak empat perahu milik nelayan dari Dusun Kisik, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, dilaporkan dibakar oleh warga sekitar.
Insiden bermula dari konflik wilayah penangkapan ikan di perairan Perangkoan, Kabupaten Sidoarjo.
Nelayan Ngemplakrejo, Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, yang menggunakan jaring trawl, dianggap mengganggu nelayan Kalirejo yang memakai alat tangkap ramah lingkungan.
Baca Juga: Tim Perahu Naga Indonesia Raih 3 Medali Emas pada Ajang Multi Olahraga Dunia, The World Games 2025
Upaya Mediasi Gagal Redam Ketegangan
Situasi memanas setelah diskusi di atas kapal gagal mencapai kesepakatan. Enam awak kapal sempat ditahan sementara, sebagaimana disampaikan Abdul Halim, warga Ngemplakrejo.
Meski sempat dilakukan mediasi damai yang melibatkan tokoh masyarakat dan Polairud, emosi massa sulit dikendalikan.
Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan asal Kalirejo, H Mashuda, menyebut penyelesaian telah diupayakan melalui koordinasi dengan kepolisian. Namun, pembakaran tetap terjadi.
Baca Juga: Kronologi Kebakaran Hebat Ruko Tekstil di Cipadu Tangsel, 13 Damkar Dikerahkan
Api Berkobar di Dermaga Pelabuhan
Api mulai berkobar sekitar pukul 19.30 WIB di dermaga Pelabuhan Pasuruan. Warga Kalirejo mendatangi perahu nelayan Ngemplakrejo yang tengah bersandar dan membakarnya.
Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan dikerahkan, dibantu aparat kepolisian dan TNI.
Api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari 30 menit dan tidak merembet ke perahu lainnya.
Aparat Siaga, Pelabuhan Ditutup Sementara
Pasca-kejadian, polisi dan TNI disiagakan penuh di kawasan pelabuhan untuk mencegah eskalasi lanjutan. Akses menuju pelabuhan juga ditutup sementara guna meredakan ketegangan antarwarga.
Hingga Kamis pagi (5/2), Polres Pasuruan Kota belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti maupun pelaku pembakaran, lantaran pemilik perahu belum melaporkan kejadian tersebut secara resmi.
Konflik Klasik Nelayan Pasuruan
Konflik wilayah tangkap ikan disebut sebagai persoalan klasik di kalangan nelayan Pasuruan.
Tokoh masyarakat mendesak agar mediasi lanjutan segera dilakukan demi mencegah insiden serupa terulang di kemudian hari.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni