RADARTUBAN - Menjelang bulan suci Ramadan seminggu lagi, jumlah pengungsi korban banjir di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, telah menurun menjadi 20.964 jiwa per Senin (9/2).
Angka ini turun signifikan dari sebelumnya lebih dari 33.000 orang, setelah sejumlah lokasi pengungsian ditutup.
pengungsi terbesar masih tertumpuk di Kecamatan Tanah Jambo Aye dengan 51 titik pengungsian, diikuti Kecamatan Langkahan (35 titik) dan Sawang (13 titik).
Bupati Aceh Utara Ayahwa menegaskan, kecamatan ketiga ini membutuhkan pasokan logistik yang sangat besar untuk menghadapi Ramadhan.
Distribusi Pengungsi dan Upaya Pemulihan
Kecamatan lain seperti Seunuddon, Lapang, dan Dewantara masing-masing memiliki tiga titik pengungsian, sementara Muarasatu dan Sibong empat titik, serta Bakti dan Katan Cutirek satu titik saja.
Pemerintah daerah telah membangun perumahan sementara di Desa Pangiga, Jong Dalam (Langkahan), serta Ulee Rubek Timur (Seunuddon). Ayahwa berjanji mempercepat pembangunan agar selesai sebelum Ramadhan, sesuai harapan pengungsi.
Proses validasi data bantuan sosial dari Kemensos dan penerimaan perumahan tetap BNPB masih berlangsung di tingkat desa. Bupati mengajak warga proaktif berkoordinasi dengan pemerintah desa agar terdaftar.
Banjir besar akhir tahun 2025 sempat mengungsikan lebih dari 70.000 jiwa di Aceh Utara, dengan korban jiwa mencapai 166 orang dan ribuan rumah rusak.
Kini, meski jumlah pengungsi semakin menyusut, kebutuhan makanan, sandang, dan perlengkapan ibadah seperti mukena, sarung, serta Alquran tetap mendesak jelang Ramadhan.
Pemda Aceh Utara terus memulihkan kondisinya, didukung BNPB. Masyarakat diimbau salurkan bantuan untuk korban banjir, demi harapan baru di bulan puasa. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama