RADARTUBAN – Tragedi kecelakaan lalu lintas merenggut nyawa seorang pelajar SMK di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Senin pagi.
Korban meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju sekolah setelah terjatuh akibat jalan berlubang.
Peristiwa memilukan ini kembali menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pelajar.
Kecelakaan Terjadi Saat Korban Berangkat Sekolah
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, korban mengendarai sepeda motor seperti biasa untuk berangkat ke sekolah.
Namun saat melintas di lokasi kejadian, korban berupaya menghindari lubang besar di jalan.
Ukuran lubang yang cukup lebar dan dalam membuat korban kehilangan kendali. Sepeda motor yang dikendarainya oleng hingga akhirnya terjatuh keras ke aspal.
Baca Juga: Tekan Angka Kecelakaan, Polres Tuban Perketat Operasi Keselamatan Semeru 2026
Korban Meninggal Dunia di Tempat Kejadian
Akibat benturan keras tersebut, korban mengalami luka parah. Petugas yang datang ke lokasi menyatakan korban meninggal dunia di tempat kejadian.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk keperluan identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab kecelakaan.
Ibu Korban Histeris di Lokasi
Suasana duka mendalam menyelimuti lokasi kecelakaan saat ibu korban datang dan melihat kondisi anaknya.
Tangis histeris pecah, mengingat korban sebelumnya berpamitan untuk berangkat sekolah seperti hari-hari biasa.
Warga sekitar tampak ikut berduka dan menenangkan keluarga korban yang syok atas kejadian tersebut.
Pemprov DKI Janji Perbaiki Jalan Rusak
Menanggapi peristiwa ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan akan segera memperbaiki jalan-jalan rusak yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta dinas terkait agar tidak menunda perbaikan infrastruktur meski masih memasuki musim hujan.
Langkah tersebut diambil untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa yang merenggut korban jiwa, terutama di kalangan pelajar. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni