Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Uni Eropa Soroti Scroll Tanpa Batas TikTok, Dinilai Berbahaya bagi Kesehatan Mental Anak

Andika Julia Perdana Putra • Selasa, 17 Februari 2026 | 14:35 WIB
Uni Eropa anggap desain aplikasi TikTok buat pengguna kecanduan.
Uni Eropa anggap desain aplikasi TikTok buat pengguna kecanduan.

RADARTUBAN - Untuk pertama kalinya, Komisi Eropa menilai desai produk media sosial sebagai ancaman serius bagi kesehatan mental penggunanya.

Dalam temua awal, Komisi Eropa menuduh TikTok sengaja merancang layanannya agar bersifat adiktif, terutama bagi anak di bawah umur.

Komisi tersebut menganggap temuannya itu berpotensi melanggar aturan Undang-undang Layanan Digital (DSA).

Fokus utama regulator tertuju pada fitur scrolling tanpa batas, sistem rekomendasi berbasis alogaritma, serta absennya pembatasan penggunaan.

Menurut Komisi Eropa, kombinasi itu mendorong pengguna untuk terus scrolling tanpa memperdulikan waktu. Kegiatan tersebut dinilai akan menimbulkan risiko bagi kesehatan mental, khusus kalangan muda.

Kasus ini menjadi tonggak baru DSA, yang sebelumnya lebih sering digunakan untuk isu misinformasi dan transparansi.

Jika temuan tersebut dikukuhkan, TikTok dapat diminta menonaktifkan scroll tanpa batas, memperketat pengingat waktu, hingga mengubah cara alogaritma dalam menyajikan rekomendasi konten.

Untuk saat ini, platform asal Tiongkok itu masih diberi kesempatan untuk membela diri dan menanggapi bukti yang diajukan oleh Komisi Eropa.

Tetapi jika TikTok gagal meyakinkan otoritas terkait, perusahaan berisiko dikenai denda hingga 6 persen dari pendapatan globalnya.

Juru bicara TikTok, Paolo Ganino, menilai temuan Komisi Eropa itu keliru dan menegaskan perusahaan akan menempuh semua jalur hukum yang tersedia.

Penyelidikan Komisi Eropa ini dipandang akan berdampak luas. Pasalnya, platform lain seperti Facebook dan Instagram juga tengah menghadapi investasi terkait pola desain serupa.

Bagi Uni Eropa, kasus seperti TikTok ini tidak hanya sekedar penegakan aturan, tetapi juga upaya untuk menetapkan standar baru tentang desai platform yang dianggap sehat.

Jika berhasil, pendekatan serupa diperkirakan akan diikuti oleh banyak negara lain dikemudian hari. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#komisi eropa #scroll #DSA #kesehatan mental #tiktok