RADARTUBAN – Layanan transportasi rel di wilayah Jabodetabek mendadak terganggu pada Jumat pagi (20/2) setelah sebuah Kereta Api (KA) Bandara Soekarno-Hatta menabrak truk kontainer di perlintasan sebidang dekat Stasiun Poris, Batuceper, Tangerang, sekitar pukul 06.05 WIB.
Insiden tersebut menyebabkan sebagian rangkaian kereta mengalami anjlok keluar rel, sehingga operasional kereta sempat dihentikan sementara untuk penanganan darurat.
Kronologi Tabrakan di Perlintasan Poris
Kecelakaan bermula saat KA Bandara Soetta bernomor perjalanan 806A melintas di jalur antara Stasiun Poris dan Batuceper.
Pada saat bersamaan, sebuah truk kontainer masih berada di lintasan rel dan belum sepenuhnya keluar ketika kereta melaju.
Benturan pun tidak dapat dihindari dan mengakibatkan salah satu gerbong keluar dari rel.
Laporan awal menyebutkan sirene perlintasan telah berbunyi, namun palang pintu belum tertutup sepenuhnya saat kejadian berlangsung.
Belasan Perjalanan Kereta Terdampak
Dampak kecelakaan cukup signifikan terhadap operasional perjalanan kereta di lintas tersebut.
Operator KAI Commuter menyatakan sebanyak 12 perjalanan Commuter Line Bandara Soetta dan lintas Tangerang terpaksa dibatalkan maupun disesuaikan.
Penumpang diminta menyesuaikan jadwal perjalanan karena jalur rel belum dinyatakan aman untuk dilalui secara normal.
Infrastruktur Rusak dan Jalur Ditutup Sementara
Selain gangguan layanan, tabrakan juga menyebabkan kerusakan infrastruktur di sekitar lokasi.
Beberapa tiang listrik dilaporkan roboh dan area perlintasan harus ditutup sementara.
Tim gabungan dari KAI, kepolisian, serta dinas perhubungan langsung diterjunkan untuk:
- mengevakuasi truk kontainer,
- membersihkan puing kecelakaan,
- serta memastikan jalur kembali layak operasi.
Investigasi Keselamatan Perlintasan Dimulai
Peristiwa ini kembali memicu perhatian publik terkait keselamatan perlintasan sebidang di kawasan padat penduduk.
Fungsi palang pintu otomatis menjadi fokus investigasi awal, terutama karena kejadian berlangsung ketika alarm sudah aktif tetapi barikade belum menutup sepenuhnya.
Pihak KAI Commuter bersama kepolisian memastikan investigasi lanjutan akan dilakukan guna mengetahui penyebab pasti insiden dan mencegah kejadian serupa terulang.
Sementara itu, layanan kereta masih menunggu konfirmasi keamanan jalur sebelum operasional kembali normal demi menjamin keselamatan serta kenyamanan penumpang. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni