Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Rintik Hujan Iringi Pemakaman Try Sutrisno, Prabowo Pimpin Upacara Militer di Kalibata

Tulus Widodo • Senin, 2 Maret 2026 | 18:05 WIB

 

Proses pemakaman Try Sutrisno
Proses pemakaman Try Sutrisno

RADARTUBAN – Rintik hujan turun perlahan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Senin (2/3). Langit Jakarta Selatan seakan ikut berkabung saat bangsa ini mengantar Try Sutrisno ke peristirahatan terakhirnya.

Dilansir dari JawaPos.com, prosesi pemakaman Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia itu digelar secara militer, dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Di barisan terdepan, tampak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendampingi, keduanya mengenakan setelan hitam—simbol duka negara.

Haru Presiden di Tengah Upacara Militer

Di bawah hujan yang tak pernah benar-benar deras, Prabowo berdiri tegak memimpin upacara.

Namun raut wajahnya tak sepenuhnya bisa menyembunyikan duka. Saat jenazah diturunkan ke liang lahat, suasana hening memanjang—hanya suara komando militer dan doa yang menggema pelan.

Keluarga almarhum tampak tak kuasa menahan air mata saat tabur bunga dilakukan. Try Sutrisno, mantan Panglima ABRI yang pernah berada di jantung kekuasaan negara, kini kembali ke tanah dalam balutan penghormatan terakhir.

Tokoh Negara Hadir Beri Penghormatan

Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir memberikan penghormatan. Di antaranya Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Kehadiran lintas generasi ini menjadi penanda: Try Sutrisno bukan sekadar figur sejarah, melainkan bagian penting dari perjalanan republik.

Doa di Bulan Suci Ramadan

Usai prosesi pemakaman, Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin doa. Dengan suara bergetar, Nasaruddin menyebut wafatnya Try Sutrisno sebagai kepergian di waktu yang mulia.

“Ya Allah, pada hari mulia hari Senin ini, pada bulan suci Ramadan yang istimewa ini, Engkau menjemput salah satu putra terbaik kami. Engkau lebih mencintai dia daripada kami semuanya,” ucapnya.

Ia menegaskan, almarhum meninggal dalam keadaan baik—sebagai sosok yang telah menunaikan pengabdian panjang kepada bangsa dan negara.

Jejak Pengabdian yang Tertinggal

Try Sutrisno menutup perjalanan hidupnya bukan dengan sorak, melainkan dengan doa dan penghormatan negara.

Di bawah rintik hujan, republik ini sejenak berhenti—mengenang seorang prajurit, pemimpin, dan saksi zaman.

Tanah TMP Kalibata kembali menerima satu nama besar. Namun jejak pengabdian Try Sutrisno akan tetap tinggal, jauh lebih lama dari hujan yang turun sore itu. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#tmp kalibata #presiden prabowo subianto #try sutrisno #Upacara militer