RADARTUBAN - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menargetkan Sekolah Rakyat dapat menampung 30.000 siswa baru sepanjang tahun 2026.
Target ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah memperluas akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga paling miskin.
Tambahan Siswa Baru dan Penguatan Seleksi
Saifullah menyatakan, tahun ini Kementerian Sosial merencanakan penerimaan siswa baru sebanyak 30.000 orang.
Jika ditambah siswa tahun lalu sekitar 16.000 jiwa, total peserta didik mencapai 46.000 siswa.
Kemensos juga melatih pendamping sosial, khususnya dari Program Keluarga Harapan (PKH), agar proses seleksi berjalan profesional dan konsisten.
Seleksi ketat difokuskan pada anak Desil 1 dan 2, yakni kelompok keluarga termiskin.
Pembangunan 100 Sekolah per Tahun
Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat dikoordinasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum agar selesai tepat waktu.
Setiap gedung dirancang berkapasitas 300 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Gus Ipul, sapaan Saifullah, optimistis target Presiden Prabowo Subianto terkait pembangunan 500 sekolah permanen hingga 2029 dapat tercapai melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan pihak swasta, dengan target minimal 100 sekolah per tahun.
Strategi Putus Rantai Kemiskinan
Program Sekolah Rakyat ini diproyeksikan menjadi strategi jangka panjang pemutusan rantai kemiskinan.
Pemerintah menargetkan total 500.000 siswa dapat terlayani hingga tahun 2030. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni