Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Prabowo Tegaskan Indonesia Masih Bertahan di Board of Peace di Tengah Eskalasi Konflik Iran

Siti Rohmah • Rabu, 4 Maret 2026 | 21:19 WIB

Presiden Prabowo Gelar Silaturahmi dan Diskusi dengan Tokoh Nasional
Presiden Prabowo Gelar Silaturahmi dan Diskusi dengan Tokoh Nasional

RADARTUBAN - Presiden Prabowo Subianto membahas posisi Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) dalam pertemuan bersama para mantan presiden, mantan wakil presiden, serta pimpinan partai politik.

Dalam forum tersebut, Prabowo menjelaskan latar belakang keputusan Indonesia bergabung dengan BoP yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pertimbangan Strategis Bergabung ke BoP

Pertemuan itu berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa malam (3/3).

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, mengatakan Presiden Prabowo memaparkan berbagai pertimbangan strategis di balik keputusan Indonesia menjadi anggota BoP.

“Memang dijelaskan tadi, ada sejumlah pemikiran strategis yang melatarbelakangi mengapa Indonesia mengambil posisi sebagai anggota Board of Peace,” ujar Paloh kepada wartawan seusai pertemuan.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menegaskan bahwa hingga saat ini Indonesia masih mempertahankan keanggotaannya di BoP.

Sikap tersebut tetap diambil meskipun pelopor forum itu, Amerika Serikat, sedang terlibat aksi militer terhadap Iran bersama Israel.

“Sampai hari ini, barangkali posisi Indonesia masih seperti itu, tetap berada di Board of Peace,” kata Paloh menirukan penjelasan Presiden.

Ruang Evaluasi Terbuka

Meski demikian, Paloh menyebut Prabowo membuka ruang evaluasi terhadap keanggotaan Indonesia di BoP seiring dengan dinamika global yang terus berkembang.

Evaluasi tersebut dimungkinkan dilakukan bersama negara-negara lain yang juga tergabung dalam forum tersebut.

“Kecuali ada perkembangan selanjutnya bersama beberapa negara lain untuk menilai ulang arti dan posisi kebersamaan Indonesia di Board of Peace,” ujar Paloh.

Dihadiri Tokoh Nasional

Sebelumnya, Presiden Prabowo mengundang para presiden dan wakil presiden terdahulu, mantan menteri luar negeri, pimpinan partai politik parlemen, serta sejumlah tokoh dunia usaha dalam jamuan makan malam kebangsaan di Istana Kepresidenan.

Acara itu dimulai sekitar pukul 19.30 WIB dan berlangsung selama kurang lebih tiga setengah jam.

Sejumlah tokoh nasional yang hadir antara lain Presiden ke-7 Joko Widodo, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, serta para mantan wakil presiden Ma'ruf Amin, Jusuf Kalla, dan Boediono.

Hadir pula para ketua umum partai politik, di antaranya Bahlil Lahadalia (Golkar), Al Muzammil Yusuf (PKS), serta Agus Harimurti Yudhoyono (Partai Demokrat).

Paloh menambahkan, dalam forum tersebut para tamu juga menyampaikan pandangan dan masukan kepada Presiden Prabowo.

Menurut dia, isu utama yang menjadi perhatian bersama adalah eskalasi konflik akibat perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran serta implikasinya terhadap posisi Indonesia di panggung global.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Board of Peace #tokoh nasional #Dewan Perdamaian #iran #Indonesia #Israel #BOP #presiden prabowo subianto #donald trump