RADARTUBAN - Seorang perempuan berinisial JSLP (20) yang diamankan di depan Istana Merdeka, diduga mengalami depresi berat sehingga dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk perawatan kejiwaan.
Polisi menemukan riwayat gangguan mental dan pengalaman kekerasan dalam hidup korban saat pemeriksaan awal.
Gerak-Gerik Mencurigakan Picu Kewaspadaan Paspampres
Insiden terjadi Minggu (22/3) malam sekitar pukul 23.35 WIB, saat anggota Paspampres Pratu Rival curiga melihat gerakan-gerik mencurigakan JSLP di Pos 02 Istana Merdeka.
Baca Juga: KPAI: Indonesia Darurat Bunuh Diri Anak, Tertinggi di Asia Tenggara
Wanita asal Jakarta Timur itu melepas sepatu dan tasnya, diduga hendak bunuh diri dengan tali tambang sepanjang dua meter yang dibawanya.
Setelah upaya persuasif hampir satu jam, polisi berhasil mengamankan pengamanannya pukul 00.56 WIB dan membawa ke posko pengamanan Polri.
Korban Punya Riwayat Depresi Berat
Kasat PPA/PPO Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Rita Oktavia mengungkapkan, JSLP memiliki buku kontrol kesehatan mental yang menunjukkan riwayat depresi parah ia pernah berobat di RSCM sebelumnya. Polisi juga berkoordinasi dengan dokter lamanya untuk penanganan lanjutan.
Pernah Alami Kekerasan Seksual
Lebih tragis lagi, JSLP pernah menjadi korban kekerasan seksual tahun 2023 di Jakarta Pusat, namun kasusnya berlanjut karena pelaku yang menikahinya. Saat ini, korban masih dirawat intensif di RSCM sambil diawasi polisi. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni