RADARTUBAN - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan bahwa pengelolaan Taman Makam Pahlawan (TMP) dialihkan dari Kemensos ke Kementerian Pertahanan (Kemhan) semata-mata karena keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia.
Keterbatasan anggaran dan SDM jadi alasan utama
Gus Ipul menegaskan, selama ini Kemensos kesulitan mengelola TMP secara optimal akibat anggaran yang minim dan kurangnya personel yang mampu.
Baca Juga: Korban Terjatuhnya Pesawat Tempur Super Tucano Dimakamkan di TMP Malang dan TMP Madiun
Ia menekankan bahwa selama ini kami memiliki anggaran yang terbatas dan tidak memiliki cukup sumber daya untuk mengelola banyak makam pahlawan nasional.
Pengelolaan TMP membutuhkan sumber daya besar
Pengelolaan TMP memerlukan sumber daya yang besar, tidak hanya perawatan fisik tetapi juga menghormati nilai-nilai pahlawan.
Gus Ipul yakin Kemhan lebih siap karena memiliki kapasitas anggaran dan SDM yang lebih kuat untuk tugas tersebut.
Transisi dilakukan sesuai arahan Presiden
Keputusan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, dengan transisi ditargetkan efektif mulai (1/4), untuk sekitar 217 TMP di seluruh Indonesia.
Selama masa transisi, Kemensos masih mendukung operasional hingga Kemhan sepenuhnya mengambil alih.
Fokus Kemensos dan peran Kemhan ke depan
Dengan penyerahan ini, Gus Ipul optimistis pengelolaan TMP akan lebih baik dan menyeluruh demi menghormati jasa para pahlawan.
Intinya adalah untuk pengelolaan yang lebih baik, sehingga Kementerian Sosial bisa lebih fokus pada tugas utamanya, tambahnya.
Kemhan direncanakan melibatkan garnisun atau kodam dalam pelaksanaannya, memastikan pemeliharaan berjalan lancar.
Langkah ini dinilai tepat karena pengelolaan TMP bukan tupoksi utama Kemensos. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni