Dari Dapur Rumah ke Sukses Bisnis, Tantiningsih Tumbuh Bersama PNM Mekaar

Ardian Ananto • Dipublikasikan Minggu, 5 April 2026 | 14:10 WIB
Program PNM Mekaar memudahkan Tantiningsih memperoleh modal tanpa agunan dan pendampingan usaha, menjadikan dapur sederhana sebagai sumber penghasilan utama keluarga. (BRI)
Program PNM Mekaar memudahkan Tantiningsih memperoleh modal tanpa agunan dan pendampingan usaha, menjadikan dapur sederhana sebagai sumber penghasilan utama keluarga. (BRI)

RADARTUBAN — Aroma kue kini menjadi bagian dari keseharian Tantiningsih di Semarang. Setelah berhenti bekerja pada 2016, ia memilih fokus mengembangkan usaha rumahan yang dirintisnya.

Berkat ketekunan dan dukungan BRI Group, usaha kue yang dijalaninya kini mulai tumbuh dan menjadi penopang ekonomi keluarga.

Perjalanan ini tentu tidak mudah. Tantiningsih memulai usahanya pada 2017 dengan segala keterbatasan, terutama dari sisi permodalan.

Keinginannya untuk mandiri secara ekonomi sudah ada, namun akses keuangan yang memadai belum tersedia. Usaha kue dan roti yang dijalankannya masih sederhana dan belum berkembang optimal.

Baca Juga: Maknai Paskah 2026, BRI Peduli Bagikan Kasih dan dengan Penyaluran 10.050 Paket Sembako bagi Umat Nasrani 

“Sekitar tahun 2017, saya mulai berinisiatif membuka usaha kue dan roti karena memang senang membuat kue, apalagi saat itu saya sudah tidak bekerja sejak 2016. Namun, kendala terbesar yang saya hadapi adalah keterbatasan modal. Hingga akhirnya pada tahun 2020, saya bertemu dengan PNM Mekaar dan memutuskan untuk mendaftar sebagai nasabah dengan tekad untuk mengembangkan usaha secara lebih serius,” tuturnya.

Keputusan itu menjadi titik balik bagi usahanya. Melalui sinergi ekosistem Holding Ultra Mikro (UMi) BRI Group, Tantiningsih memperoleh akses pembiayaan dari PNM Mekaar. Modal awal digunakan untuk membeli peralatan dasar pembuatan kue.

Seiring waktu, usaha yang dijalankan mulai menunjukkan perkembangan. Produksi meningkat, permintaan bertambah, dan kepercayaan diri Tantiningsih dalam menjalankan usahanya pun semakin kuat.

Pada 2022, Tantiningsih kembali memperoleh pembiayaan yang lebih besar, dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Dengan peralatan yang lebih memadai, dia mampu memperbesar volume produksi sekaligus menjaga kualitas produk. Dukungan PNM, menurutnya, tidak hanya memperkuat usaha tetapi juga memberikan ruang untuk mengembangkan skala usaha secara bertahap.

Kini, usaha yang berawal dari dapur sederhana telah menjadi sumber penghasilan utama keluarga. Perkembangan ini membawa perubahan nyata dalam kehidupan Tantiningsih, termasuk memiliki tempat usaha yang lebih layak dan meningkatnya kesejahteraan keluarga.

Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Dhanny, menekankan bahwa sinergi Holding Ultra Mikro, termasuk melalui program PNM Mekaar, tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan agar pelaku usaha dapat mengelola usahanya dengan lebih baik dan tumbuh berkelanjutan.

“Perjalanan Tantiningsih menjadi gambaran nyata bagaimana sinergi BRI Group melalui Holding Ultra Mikro (UMi) mampu membuka akses bagi pelaku usaha ultra mikro untuk bertumbuh secara bertahap, berkembang, memperluas kapasitas usaha, hingga memperkuat kemandirian ekonomi,” ucap Dhanny.

Baca Juga: Intip Daftar Belanja Khas Kelas Menengah yang Dianggap Tidak Efisien oleh Orang Kaya

Seperti diketahui, PNM menghadirkan program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) sebagai solusi pemberdayaan bagi perempuan prasejahtera yang belum memiliki akses ke layanan keuangan formal (unbankable), melalui penyediaan modal tanpa agunan serta pendampingan usaha secara berkelanjutan.

Dalam ekosistem Holding Ultra Mikro BRI Group, program ini menunjukkan dampak nyata. Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 1,4 juta debitur PNM berhasil naik kelas, mencerminkan peningkatan kapasitas usaha serta perluasan akses keuangan formal bagi pelaku usaha ultra mikro. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
mekaar Semarang BRI UMKM