RADARTUBAN - Mantan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendukung penuh desakan Presiden Prabowo Subianto agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan penyelidikan serius terkait gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon.
Meski mengakui proses tersebut tidak mudah, SBY menampilkan pentingnya transparansi demi keadilan bagi Indonesia.
"Saya tahu bahwa investigasi dalam situasi pertempuran yang amat dinamis sering tidak mudah, tetapi bagaimanapun tetap dapat dilaksanakan dengan harapan hasilnya dapat dinalar dan masuk akal (acceptable, beliveble narrative)." Ujar SBY lewat keterangan di akun X pada Minggu (6/4).
Baca Juga: Duka Mendalam di Lebanon: Dua Lagi Prajurit TNI Gugur Saat Menjalankan Misi Perdamaian PBB
Ia juga mendorong PBB, khususnya UNIFIL, bertanggung jawab penuh atas kejadian yang mengancam penjaga perdamaian Indonesia.
SBY menegaskan Indonesia berhak atas penyelidikan yang jujur dan adil.
"Secara pribadi saya mendukung langkah-langkah pemerintahan Presiden Prabowo yang mendesak Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) untuk melakukan penyelidikan secara serius, jujur, dan adil. Indonesia berhak untuk itu," tulisnya.
Pernyataan ini disampaikan di tengah duka mendalam atas kehilangan prajurit TNI yang gugur akibat serangan Israel di Lebanon Selatan.
Mengacu pada pengalamannya sebagai Kepala Pengamat Militer PBB di bekas Yugoslavia (1995-1996), SBY menekankan betapa sulitnya penyelidikan di zona konflik.
"Kami sering melakukan penyelidikan menghadapi gencatan senjata," kenangnya, sambil tetap meminta PBB bertindak sungguh-sungguh.
SBY juga mengkritisi posisi pasukan RI di Lebanon yang kini berada di zona perang, bukan lagi garis biru aman. Ia mendesak PBB menghentikan pengugasan UNIFIL atau memindahkan lokasi demi keselamatan personel.
Ia memberikan pesan kepada para prajurit kontingen Garuda yang masih berada di Libanon dan tetap bersemangat dalam mengemban tugas.
"Sebagai seorang sesepuh dan senior TNI, saya sampaikan kepada para prajurit kontingen Garuda XXII/S yang masih berada di Libanon untuk tetap bersemangat dalam mengemban tugas mulia. Do your best dan jaga diri baik-baik..keluarga yang mencintai kalian menunggu kehadiran kembali di tanah air. *SBY*. " Tutupnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni