Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Aksi Mogok Massal Sopir Truk Tangki Pertamina di Tuban, Distribusi BBM Terancam Terganggu

Yudha Satria Aditama • Sabtu, 11 April 2026 | 10:10 WIB
Aksi mogok AMT di TBBM Tuban picu gangguan distribusi BBM, mediasi dengan manajemen belum menemui titik temu. (RADAR TUBAN)
Aksi mogok AMT di TBBM Tuban picu gangguan distribusi BBM, mediasi dengan manajemen belum menemui titik temu. (RADAR TUBAN)

RADARTUBAN – Aksi spontanitas mogok kerja dilakukan ratusan karyawan Awak Mobil Tangki (AMT) di Kantor PT TBBM Pertamina Fuel Tuban, Desa Remen, Kecamatan Jenu, Jumat (10/4).

Aksi yang berlangsung sejak pagi hingga petang itu dipicu pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap dua pekerja AMT, yakni Rofik dan Sopyan.

Sekitar 100 orang AMT 1 dan 2 terlibat dalam aksi tersebut. Mereka dipimpin Ketua Paguyuban AMT Pertamina Tuban, Lumintu, bersama Ahmad Eko Budiono.

Sejak pukul 07.10 WIB, para pekerja mulai berdatangan ke halaman kantor dan melakukan aksi duduk bersama sambil menunggu pihak manajemen untuk menemui mereka.

Baca Juga: Gas Elpiji 3 Kg Langka, Polisi dan Pertamina Perketat Pengawasan di Tuban

Tak lama berselang, perwakilan AMT masuk ke kantor untuk melakukan mediasi dengan manajemen Pertamina Fuel Tuban.

Mediasi yang berlangsung sekitar pukul 08.25 WIB itu dihadiri sejumlah pihak, di antaranya perwakilan manajemen Pertamina, unsur TNI-Polri, serta perwakilan pekerja.

Dalam pertemuan tersebut, pihak manajemen melalui Aan Nurohman menegaskan bahwa mekanisme penyelesaian persoalan ketenagakerjaan harus mengikuti aturan yang berlaku.

Dia juga menyebut bahwa proses terhadap dua AMT yang di-PHK tetap berjalan karena telah ditemukan bukti pelanggaran.

“Kalau memang terbukti, tentu tidak bisa ditoleransi karena risikonya besar. Ini menyangkut keselamatan dan distribusi BBM,” ujarnya dalam mediasi.

Sementara itu, Ketua Paguyuban AMT, Lumintu, menyampaikan kekecewaan lantaran tidak dilibatkannya pekerja dalam proses sebelumnya.

Dia meminta adanya kejelasan dan transparansi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan pekerja.

“Pekerjaan kami berisiko tinggi. Kami hanya ingin ada kejelasan dan tidak saling curiga,” katanya.

Dalam forum yang sama, salah satu AMT, Sopyan, mengakui adanya kelalaian dalam pekerjaan. Dia menyebut kesalahan yang terjadi di lapangan sebagai bentuk keteledoran dan berharap mendapat pembinaan.

Namun, hingga mediasi berakhir sekitar pukul 10.05 WIB, kedua belah pihak belum menemukan titik temu.

Para pekerja kemudian keluar dari kantor dan melanjutkan aksi duduk di depan gerbang TBBM Tuban.

Saat di tengah aksi, datang sekitar 20 personel pengemudi mobil tangki dari Bekangdam V/Brawijaya yang dipimpin Lettu Cba Sarno pada pukul 11.40 WIB.

Kehadiran mereka disebut sebagai langkah antisipasi untuk menjaga distribusi BBM tetap berjalan di tengah aksi mogok kerja.

Hingga sore hari, para AMT masih bertahan di sekitar gerbang sambil menunggu kepastian dari pihak perusahaan.

Perwakilan Humas PT Cahaya Andhika Tamara (CAT) Surabaya, Riyan, sempat menemui massa sekitar pukul 16.35 WIB. Dia menyampaikan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan terkait keputusan PHK tersebut.

Aksi mogok kerja tersebut berlangsung hingga pukul 18.15 WIB dalam kondisi tertib dan aman dengan pengamanan dari aparat TNI-Polri.

Diketahui, aksi ini merupakan bentuk protes pekerja atas keputusan PHK yang dinilai tidak memberikan ruang toleransi, meskipun pihak perusahaan menyebut keputusan telah melalui proses dan pertimbangan dari pimpinan pusat.

Di sisi lain, langkah menghadirkan pengemudi dari unsur TNI dilakukan guna mengantisipasi gangguan distribusi BBM, sekaligus memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi di tengah situasi tersebut.

Sementara itu, selama proses aksi mogok kerja tersebut, distribusi BBM di sejumlah SPBU tersendat. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #pertamina #jenu #Desa Remen #TBBM