RADARTUBAN – Impian untuk menginjakkan kaki di tanah suci Mekkah kini bukan lagi sekadar angan bagi Ili.
Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai penjual es puter keliling ini membuktikan bahwa niat kuat mampu mengalahkan keterbatasan ekonomi.
Warga wilayah Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat ini telah menabung selama lebih dari dua dekade untuk biaya ibadah haji.
Bunyi gong khas es puter yang dipukul Ili menjadi saksi perjuangannya mengumpulkan rupiah demi rupiah dari gang ke gang hingga sekolah.
Selama 21 tahun, Ili secara konsisten menyisihkan sebagian penghasilannya untuk mengisi tabungan haji miliknya.
Kesabaran dan pola hidup sederhana yang dijalaninya kini membuahkan hasil yang sangat manis.
Baca Juga: Antrean Haji di Nabire Memanjang Hingga 28 Tahun, Kemenhaj Imbau Warga Waspada Penipuan Jalur Khusus
Tabungan Harian yang Konsisten
Ili menceritakan bahwa jumlah uang yang ia tabungkan setiap harinya sangat bergantung pada kondisi cuaca dan keramaian pembeli.
Meskipun penghasilannya tidak menentu, ia tidak pernah absen untuk memasukkan uang ke dalam tabungannya.
"Ya nabung Rp 50.000 seadanya lah lebihan, kalau musim hujan ya kadang-kadang Rp 30.000," ungkap Ili saat ditemui di kediamannya.
Ia mengaku sempat tidak menyangka bisa sampai pada titik ini, namun tekadnya sudah bulat sejak awal.
"Nggak nyangka, tapi sudah niat sih pasti berangkat gitu," tambah pria yang tetap bersahaja ini.
Jika tidak ada halangan, Ili dijadwalkan akan berangkat ke tanah suci pada 19 Mei mendatang.
Tetap Berjualan hingga Hari Keberangkatan
Meski sudah masuk dalam daftar calon jemaah haji tahun ini, aktivitas Ili tidak banyak berubah.
Ia tetap bangun pagi untuk membuat es puter sendiri sebelum berkeliling menjajakan dagangannya.
Baginya, bekerja adalah bagian dari ibadah dan cara untuk tetap menjaga kesehatan fisik sebelum berangkat ke Arab Saudi.
Ili berharap perjalanannya ini bisa menjadi inspirasi bagi orang lain agar tidak mudah menyerah pada keadaan.
Kisah Ili ini sekaligus menjadi pengingat bahwa profesi apapun memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi tamu Allah.
Kini, ia hanya perlu menjaga kondisi kesehatan agar bisa menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni