Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Gunungan Limbah Cangkang Kerang di Cilincing Capai 3 Meter, Warga Keluhkan Bau Amis Menyengat

Jeny Tri Kurnia Putri • Kamis, 16 April 2026 | 20:20 WIB
Limbah sisa kupasan kerang hijau di pesisir Kalibaru yang mencapai 5 ton per hari.(Freepik.com)
Limbah sisa kupasan kerang hijau di pesisir Kalibaru yang mencapai 5 ton per hari.(Freepik.com)

RADARTUBAN - Aktivitas pengolahan kerang hijau oleh nelayan dan warga di kawasan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, menyisakan persoalan lingkungan yang serius.

Limbah cangkang kerang hijau di lokasi tersebut terus menumpuk hingga membentuk gunung setinggi kurang lebih 3 meter.

Dampak Lingkungan dan Bau Amis Menyengat

Kondisi ini dipicu oleh masifnya aktivitas pengupasan kerang setiap harinya. Berdasarkan pantauan di lapangan, tumpukan limbah ini tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga mulai mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga sekitar.

Bau amis yang menyengat menjadi santapan sehari-hari masyarakat yang melintas maupun tinggal di area pesisir tersebut.

Selain polusi udara berupa bau tak sedap, keberadaan gunungan cangkang ini dikhawatirkan merusak ekosistem pantai dan menyebabkan pencemaran di kawasan pesisir.

Baca Juga: Ditemukan, Impor 73 Kontainer Limbah Elektronik Dari Amerika Serikat

Fenomena ini dilaporkan sudah berlangsung cukup lama dan banyaknya kerang hijau terus bertambah seiring berjalannya waktu.

“Sudah terjadi sejak 3 sampai 4 tahun terakhir yang di mana sekarang sudah mencapai hingga 3 meternya dan tumpukan sampah atau limbah kerang ini terus bertambah kurang lebih 5 ton setiap harinya,” ujar Riska Dior dalam laporannya.

Potensi Ekonomi di Balik Tumpukan Limbah

Menanggapi kondisi yang kian memprihatinkan, sejumlah pihak mulai turun tangan. Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu bersama Kementerian Lingkungan Hidup, serta pihak swasta, melakukan peninjauan di lokasi untuk merumuskan langkah penanganan yang tepat.

Meskipun memberikan dampak negatif bagi lingkungan jika dibiarkan, limbah cangkang kerang sebenarnya memiliki potensi ekonomi jika dikelola dengan baik.

Cangkang-cangkang tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai guna, seperti bahan kerajinan, bahan baku bangunan berupa paving block, pupuk organik, hingga inovasi produk kebersihan seperti sabun.

Saat ini, pihak terkait masih dalam tahap pemantauan untuk mengatur mekanisme pembuangan dan pemanfaatan limbah tersebut agar tidak lagi membebani lingkungan pesisir Cilincing. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#kerang hijau #limbang cangkang kerang hijau #jakarta #cilincing