Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Insiden Penembakan di Papua Tengah, Perempuan dan Dua Anak Jadi Korban

Ika Nur Jannah • Minggu, 19 April 2026 | 09:32 WIB
Ilustrasi 3 warga tertembak dipuncak Papua, DPD berharap semua pihak menahan diri demi penanganan korban. (Pinterest)
Ilustrasi 3 warga tertembak dipuncak Papua, DPD berharap semua pihak menahan diri demi penanganan korban. (Pinterest)

RADARTUBAN – Tiga warga sipil tertembak dalam insiden yang diduga melibatkan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Sinakma, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Anggota DPD RI asal Papua, Lamek Dowansiba, mendesak TNI dan OPM untuk menahan diri demi memprioritaskan penanganan korban.

Peristiwa penembakan tersebut terjadi pada Rabu (15/4) pagi dan dilaporkan oleh Kepala Suku Tirineri, Dianus Enumbi.

Korban terdiri dari satu perempuan dan dua anak. Ketiganya segera dievakuasi oleh tim TNI dari Kodim 1714/Puncak Jaya bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Puncak ke RSUD Mulia.

Baca Juga: Tujuh Eks TPNPB OPM Kodap Sinak Ikrar Setia Kembali ke NKRI

Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, menyebutkan bahwa salah satu korban dalam kondisi sadar dan saat ini masih menjalani perawatan intensif.

Lamek Dowansiba menekankan pentingnya mengedepankan aspek kemanusiaan di tengah situasi yang belum stabil.

“Kita berharap semua pihak menahan diri demi penanganan korban, termasuk anak-anak di antara mereka. Situasi sampai saat ini juga belum kondusif,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com.

Dia juga meminta pemerintah pusat lebih serius dalam upaya pengamanan di Papua, serta mendorong TNI dan OPM untuk menghindari eskalasi konflik.

Sementara itu, TNI mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan setiap kejadian mencurigakan kepada aparat keamanan.

Insiden ini menambah daftar panjang kasus kekerasan di wilayah Puncak yang selama ini dikenal rawan konflik. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#OPM #papua #dpr #TNI