RADARTUBAN - Korban penodongan pistol oleh oknum anggota polisi, Viky Nduru, menyatakan harapannya agar para pelaku diadili sesuai hukum yang berlaku.
Insiden ini terjadi di tempat usaha pangkas rambut milik Viky di Jalan Mustafa, Kelurahan Glugur Darat, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, pada Senin (6/4) sekitar pukul 02.00 WIB.
Viky Nduru dan rekannya merasa diikuti sekelompok orang sejak melewati Jalan Glugur menuju usaha pangkas rambut di Bambu.
Baca Juga: Pasutri di Medan Tiga Kali Jual Bayi Rp 25 Juta untuk Penuhi Kebutuhan Hidup
Kelompok tersebut memanggil dengan nada kasar dan meminta mereka berhenti, hingga akhirnya mengeluarkan pistol yang membuat Viky mengira mereka begal.
Mereka terus mengejar hingga ke lokasi usaha, memicu cekcok dan cuplikan video terekam yang melibatkan empat orang.
Sebagai korban, Viky Nduru menegaskan bahwa identitas pelaku sudah diketahui sebagai anggota polisi, meski ia lupa nama lengkapnya karena dokumen diserahkan ke kuasa hukum.
Menurut informasi dari pengacara, dua pelaku telah diamankan oleh pihak yang berwenang. Viky melaporkan kejadian ini ke Polres Medan Timur dan berharap proses hukum berjalan adil. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama