RADARTUBAN-Padatnya arus tamu menjelang keberangkatan haji berdampak pada kondisi kesehatan sejumlah jamaah.
Di tengah rangkaian ziarah dan walimatul safar, sebagian jamaah dari kloter 28 dan 29 saat tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) pada Selasa (28/4) petang, mengalami kenaikan tekanan darah.
Temuan itu mencuat dalam pemeriksaan kesehatan yang menjadi prosedur wajib setibanya jamaah di asrama. Meski tergolong tidak serius, mereka tetap mendapat penanganan di poliklinik setempat.
Baca Juga: Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Tetap Tenang Menyikapi Perubahan Cuaca di Arab Saudi
Setelah kondisi kesehatannya membaik, jamaah kembali ke kamarnya.
Menurut pantauan Jawa Pos Radar Tuban yang menyertai perjalanan ibadah haji tersebut, sekitar sepuluh jamaah yang menjalani perawatan.
Di antaranya Basiroh (rombongan 3 kloter 29), Indasah Yusup (rombongan 4 kloter 29), Wasilan Bangi (rombongan 4 kloter 29), dan Sidiq Maryono (rombongan 4 kloter 29).
Baca Juga: Sejumlah Pejabat Pemkab Tuban Cuti Haji, 7 Jabatan Eselon II Kosong
Wasilan Bangi mengungkapkan, tekanan darahnya sempat menyentuh angka 174 mmHg saat diperiksa. Padahal, sepekan sebelumnya, saat mengikuti vaksin meningitis dan polio di Puskesmas Jatirogo, tensinya berada di angka 155 mmHg. “Sejak Senin (27/4), saya tidak bisa istirahat karena menerima tamu,” ujar warga Desa Dingil, Kecamatan Jatirogo tersebut.
Percepatan jadwal masuk ke AHES dari pukul 17.15 WIB menjadi 15.10 WIB dinilai memberi ruang lebih bagi jamaah untuk memulihkan kondisi sebelum keberangkatan.
Selama berada di asrama, jamaah tidak hanya menjalani pemeriksaan kesehatan.
Baca Juga: Bolehkah Haji Pakai Visa Non Haji? Ini Penjelasan Aturan Resmi dan Risikonya
Petugas juga melakukan pemasangan gelang identitas, pembagian uang living cost, penyerahan paspor, kartu nusuk, nomor kursi pesawat, serta kartu kamar sebagai bagian dari tahapan akhir persiapan ibadah haji.
Untuk memulihkan kondisi kesehatan tamu Allah, AHES membatasi aktivitas malam mereka. Mulai pukul 21.00, tidak ada aktivitas. Semua jamaah diminta beristirahat di kamar.
Sementara itu, sejumlah kendala muncul selama jamaah di AHES.
Mulai terlambatnya penerimaan Kartu Nusuk yang dialami sejumlah jamaah, keterlambatan koper kabin diterima sejumlah jamaah di kamar, hingga listrik padam sewaktu subuh.
Sejumlah tamu dan pengiring jamaah juga sempat kecele.
Sebagian di antara mereka sempat menunggu di Masjid Akbar Surabaya. Agenda awal sebelum berubah, jamaah memang direncanakan transit di masjid tersebut selama kurang lebih dua jam sebelum masuk AHES.
Dikonfirmasi terkait kondisi kesehatan jamaah, petugas Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Kloter 29, dr Ririn Puji Rahayu mengatakan, setiba di AHES, petugas langsung memberlakukan fast track atau percepatan pelayanan kepada sejumlah jamaah berisiko tinggi dan lansia di Gedung Mina asrama haji setempat.
Sementara bagi jamaah wanita usia produktif (18-50 tahun) menjalani tes urine.
Secara umum, dokter Ririn memastikan kesehatan seluruh jamaah dalam kondisi sehat.
Meski dalam pemeriksaan awal sejumlah jamaah terkonfirmasi mengalami masalah hemoglobin (Hb), tuberculosis (TBC), dan peningkatan tekanan darah, namun setelah diobservasi di klinik, mereka dalam kondisi sehat. ‘’Setelah dinyatakan sehat, mereka langsung kembali ke kamar,’’ ujar dokter yang berdinas di Madiun itu.(*)
Editor : Dwi Setiyawan