Kisah Isma Lentera Herbal Kediri, UMKM Binaan BRI yang Tembus Pasar Nasional
Ardian Ananto• Kamis, 7 Mei 2026 | 16:52 WIB
Kisah Isma dari Kediri merintis usaha jamu modern bersama BRI hingga berhasil kirim produk ke berbagai daerah Indonesia.RADARTUBAN— Menjadi Ibu rumah tangga tak lantas membuat Isma Wijayanti berpangku tangan. Ditengah himpitan ekonomi, ia bertekat untuk membantu sang suami menambah penghasilan.
Tekat yang kuat tersebut mampu menjadi cambuk bagi perempuan yang tinggal di Desa Parang, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri ini.
"Saya sering berpikir enaknya bikin usaha apa, karena mencari kerja di tengah kondisi seperti ini juga susah," ujar Isma saat ditemui dirumahnya.
Setelah beberapa hari menggali ide, Pada Mei 2025 Isma akhirnya menjatuhkan pilihan pada bisnis olahan jamu dan rempah. Isma meluncurkan produk dengan nama ‘Lentera Herbal Kediri’.
Di Lentera Herbal Kediri ini Isma melahirkan beragam produk inovatif diantaranya Teh Rimpang, Teh Rempah Daun Kumis Kucing, Teh Daun Insulin, Wedang Herbal, Wedang Uwuh, Teh Bunga Telang, Teh Bunga Rosella, Teh Mahkota Dewa, dan lainnya.
Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Lingkungan tempat tinggalnya di Desa Parang memang sudah lama dikenal sebagai salah satu sentra rempah-rempah kering.
"Warga di sini mayoritas memproduksi empon-empon kering. Jadi, saya berpikir untuk membuat usaha yang tidak jauh dari potensi sekitar, agar bahan bakunya juga mudah didapat," tambahnya.
Meski memiliki keunggulan dari segi ketersediaan bahan, merintis usaha dari nol tentu tidak semulus yang dibayangkan. Isma dan Andik dihadapkan pada berbagai tantangan.
Salah satu kendala terberat adalah bagaimana membuat produk mereka memiliki nilai tambah dan tampil beda dibandingkan empon-empon mentah yang biasanya dijual warga sekitar.
Oleh sebab itu, Isma berinovasi dengan desain kemasan modern yang menarik. Rempah-rempah tersebut disulap menjadi teh celup siap seduh yang praktis.
Selain itu, mereka juga harus memikirkan strategi pemasaran yang tepat agar produk minuman jamu dan rempah olahan mereka bisa diterima pasar yang lebih luas dan laku keras.
“Untuk pemasaran kami mencoba di pasar online, dengan jangkauan yang lebih luas serta biaya lebih minim karena tidak perlu ada toko khusus,” ujar Isma.
Kreativitas dan kejelian melihat peluang pasar terbukti mampu membuahkan hasil. Dua toko online yang dikelolanya berhasil meraup omset hingga Rp 25 juta per bulan. Pengiriman pun tak hanya di wilayah Jawa Timur namun telah merambah ke provinsi lain di seluruh Indonesia.
Istimewanya kehadiran bisnis Isma membawa dampak positif bagi warga di sekitarnya. Isma juga melibatkan warga sekitar untuk proses operasional sehari-hari. Mulai dari tahapan produksi hingga pemasaran produk.
“Pengemasan dan pemasaran Live e-commers kami dibantu warga sekitar,” ujarnya.
Banyaknya pesanan di toko online, memunculkan permasalah baru bagi Isma. Ia harus menyuntikkan modal agar pesanan-pesanan tersebut bisa terselesaikan. BRI menjadi pilihan pertama untuk mengatasi permasalahan tersebut.
“BRI jadi pertolongan pertama, untuk urusan permodalan,” ujar Isma yang saat ini tercatat sebagai nasabah KUR BRI Kediri ini.
Di lain pihak, Adi Nugroho, Branch Manager BRI Branch Office (BO) Kediri, mengatakan, BRI terus memperkuat perannya sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Hingga Maret 2026, BRI BO Kediri telah menyalurkan KUR sebesar Rp 343 Miliar.
Dengan pembiayaan yang memadai dan akses permodalan yang lebih mudah melalui KUR, pelaku usaha di wilayah Kediri memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kapasitas usahanya, membuka lapangan kerja dan memperkuat daya saing ekonomi daerah.
“Ini merupakan upaya nyata BRI dalam mendukung perekonomian masyarakat di wilayah Kediri melalui penyaluran pendanaan usaha. Kami juga melihat ada banyak potensi di wilayah Kediri seperti jamu dan lain-lain yang dapat terus berkembang, “ ungkapnya.
Adi menambahkan, dukungan BRI tidak hanya sebatas penyaluran dana, tetapi juga mencakup pemberdayaan dan pendampingan usaha dan edukasi finansial agar para debitur dapat mengelola usahanya secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Hal ini sejalan dengan visi BRI untuk menjadi mitra terpercaya dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan, khususnya di daerah-daerah yang memiliki potensi unggulan. (*)