Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

KAI Tutup 29 Perlintasan Sebidang, Pemerintah Percepat Penataan Keselamatan Jalur Kereta Api

Tulus Widodo • Rabu, 13 Mei 2026 | 09:52 WIB
Ilustrasi kereta api Indonesia.
Ilustrasi kereta api Indonesia.

RADARTUBAN - Keselamatan di perlintasan sebidang kembali menjadi sorotan serius. Pasca insiden tragis di Bekasi Timur yang menyita perhatian publik, PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama pemerintah bergerak cepat mempercepat penataan jalur perlintasan demi menekan risiko kecelakaan yang terus berulang.

Dalam periode 27 April hingga 9 Mei 2026, sebanyak 29 perlintasan sebidang resmi ditutup. 

Selain itu, lima titik lain dilakukan penyempitan akses sebagai langkah pengamanan tambahan.

Baca Juga: Kecelakaan Kereta di Grobogan dan Bekasi Timur Jadi Alarm, KAI Minta Disiplin di Perlintasan

Langkah tersebut menjadi bagian dari percepatan program keselamatan yang kini dijalankan KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan dan berbagai pemangku kepentingan di daerah.

Ribuan Perlintasan Masih Jadi Titik Rawan

Saat ini, KAI mencatat terdapat 3.674 perlintasan sebidang tersebar di berbagai wilayah operasional. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.810 titik masuk prioritas penanganan. Rinciannya, 172 titik direncanakan untuk ditutup permanen. 

Sedangkan 1.638 titik lainnya akan diperkuat pengamanannya melalui peningkatan penjagaan, pengawasan, hingga pemasangan teknologi keselamatan.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta dan pengguna jalan tidak bisa lagi dipandang sebagai tanggung jawab sepihak.

“Keselamatan di pelintasan membutuhkan kewaspadaan bersama. Penanganan dilakukan secara komprehensif, mulai dari penutupan perlintasan berisiko, peningkatan penjagaan dan pengawasan, hingga pemanfaatan teknologi,” ujar Bobby dikutip dari kai.id.

Bobby menambahkan, KAI kini juga memperkuat sistem komunikasi darurat di berbagai titik rawan.

“KAI juga memperkuat sistem komunikasi, CCTV, panic button untuk respons cepat saat kondisi darurat, serta Automatic Train Protection (ATP) untuk mendukung respons lebih cepat dan pengereman otomatis,” lanjutnya.

Pemerintah Soroti Penertiban Perlintasan Liar

Percepatan penataan ini mendapat perhatian langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto. Pemerintah menilai keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan harus menjadi prioritas bersama setelah rentetan kecelakaan di sejumlah daerah.

Baca Juga: Gerbong Khusus Wanita Diusulkan Pindah ke Tengah, Bos KAI Akhirnya Angkat Bicara!

“Keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan harus menjadi perhatian bersama setelah kejadian di Bekasi Timur. Percepatan perbaikan dan penguatan keselamatan di pelintasan sebidang perlu segera dilakukan,” tegas Prabowo.

Senada dengan itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan pemerintah akan mempercepat proses inventarisasi hingga penertiban perlintasan bermasalah.

“Pemerintah akan mempercepat penertiban pelintasan sebidang melalui pengaturan skala prioritas, inventarisasi kondisi lapangan, serta penguatan sarana dan prasarana keselamatan bersama para pemangku kepentingan terkait,” katanya.

Kesadaran Pengendara Jadi Kunci

Di balik berbagai teknologi dan penutupan akses, persoalan terbesar sebenarnya masih terletak pada disiplin pengguna jalan. 

Tidak sedikit perlintasan liar yang kembali dibuka warga setelah ditutup petugas.

KAI mengingatkan masyarakat agar tidak membuka kembali jalur yang telah ditutup demi alasan keselamatan bersama. 

Pengendara juga diminta tetap mematuhi aturan dasar saat melintas di perlintasan sebidang: berhenti sejenak, tengok kanan-kiri, dan pastikan jalur benar-benar aman sebelum melintas.

Sebab di jalur rel, keterlambatan sepersekian detik bisa berujung petaka. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#kereta api indonesia #perlintasan sebidang #KAI