Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tak Perlu Panik Hantavirus, Penyakit Ini Justru Lebih Berbahaya di Indonesia

Siti Rohmah • Jumat, 15 Mei 2026 | 08:58 WIB
Ilustrasi virus. (pinterest.com)
Ilustrasi virus. (pinterest.com)

RADARTUBAN - Munculnya kasus Hantavirus jenis Andes Virus di kapal pesiar MV Hondius sempat menjadi perhatian dunia kesehatan internasional setelah sejumlah penumpang dilaporkan terinfeksi dan tiga orang meninggal dunia.

Namun, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menilai masyarakat Indonesia tidak perlu panik berlebihan terhadap ancaman virus tersebut.

IDAI menegaskan hingga saat ini Andes Virus belum ditemukan di Indonesia. Organisasi profesi itu justru meminta perhatian publik lebih difokuskan pada penyakit menular yang masih menjadi persoalan serius di dalam negeri, seperti campak dan difteri.

Baca Juga: Waspada Thrifting! Dokter Ungkap Baju Bekas Bisa Picu Infeksi Virus Moluskum pada Kulit

Kementerian Kesehatan sebelumnya mencatat terdapat 23 kasus Hantavirus di Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Meski demikian, seluruh kasus tersebut merupakan jenis Seoul Virus dan bukan Andes Virus yang diketahui dapat menular antarmanusia.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Prof. Dr. dr. Dominicus Husada, SpA, SubspIPT, mengatakan ancaman penyakit menular lain di Indonesia saat ini jauh lebih mendesak untuk ditangani dibandingkan Hantavirus Andes.

“Saat ini masih banyak kasus penyakit infeksi di Indonesia yang membutuhkan perhatian serius, sementara sumber daya penanganan kesehatan juga terbatas,” ujarnya.

Menurut Dominicus, pemerintah maupun masyarakat tidak perlu mengalokasikan sumber daya secara berlebihan untuk menghadapi ancaman Hantavirus Andes yang risikonya masih rendah di Indonesia.

Ia menekankan bahwa langkah paling efektif dalam mencegah berbagai penyakit menular tetap berasal dari penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

Kebiasaan menjaga kebersihan diri dan lingkungan dinilai mampu menekan risiko penyebaran penyakit tanpa memerlukan biaya besar.

“Kunci utamanya adalah perilaku hidup bersih dan sehat. Itu dapat dilakukan semua orang dan sangat efektif untuk perlindungan kesehatan,” katanya.

IDAI pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing kepanikan terkait isu Hantavirus.

Fokus penanganan kesehatan masyarakat, menurut organisasi tersebut, sebaiknya diarahkan pada penyakit yang memiliki dampak lebih luas di Indonesia, termasuk campak dan difteri, sambil terus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pola hidup sehat.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#hantavirus #andes virus #kapal pesiar #IDAI