RADARTUBAN - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) secara resmi memperkenalkan sebuah karya teknologi infrastruktur terbaru yang dirancang khusus untuk meningkatkan sistem keselamatan moda transportasi darat di Indonesia.
Para peneliti senior di bawah naungan BRIN sukses menciptakan inovasi komponen pelat perlintasan sebidang kereta api dengan memanfaatkan material utama berbasis karet alam tereduksi berkualitas tinggi, yang diklaim jauh lebih aman, efisien, dan memiliki daya tahan lama.
Inovasi teknologi yang diberi nama Rubber Crossing Panel ini dihadirkan sebagai solusi alternatif untuk menggantikan material konvensional seperti aspal, beton, atau kayu yang selama ini sering mengalami kerusakan cepat akibat beban getaran tinggi dari rangkaian kereta maupun kendaraan bermotor yang melintas.
Baca Juga: KAI Tutup 29 Perlintasan Sebidang, Pemerintah Percepat Penataan Keselamatan Jalur Kereta Api
Pelat berbasis karet hasil rekayasa industri ini memiliki keunggulan fleksibilitas yang sangat baik, mampu meredam getaran ekstrem secara optimal, serta memiliki sifat antiselip yang sangat krusial untuk mencegah kecelakaan kendaraan saat kondisi cuaca hujan pasang.
Selain keunggulan teknis mekanisnya, penggunaan material karet dalam skala besar ini juga membawa dampak positif bagi sektor perekonomian agroindustri domestik melalui optimalisasi penyerapan komoditas karet alam lokal dari para petani Indonesia.
Proses pengujian ketat di laboratorium arus beban menunjukkan bahwa komponen pelat karet ini mampu bertahan dari degradasi cuaca tropis serta tekanan tonase berat hingga bertahun-tahun tanpa memerlukan perawatan intensif yang mahal, sehingga sangat siap untuk diimplementasikan secara massal pada jalur kereta api nasional. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama