Peristiwa ini terjadi pada sore hari perayaan Idul Adha 1447 H, Rabu (27/5).
Kebakaran yang memakan dua rumah tersebut diduga kuat disebabkan oleh kelalaian pemilik rumah yang lupa mematikan tungku kayu bakar saat sedang memasak daging kurban.
Penghuni rumah kemudian meninggalkan rumah dalam keadaan tungku yang masih menyala, sehingga api dengan cepat menjalar dan membakar kedua rumah tersebut.
Baca Juga: Kisah Inspiratif Tiga Anjing Cerdas yang Bantu Reboisasi Hutan Chile Setelah Kebakaran Hebat
Api pertama muncul dari dapur rumah Bu Tati lalu cepat merambat ke rumah Agus Setyawan karena bangunan semi permanen, menyebabkan kerusakan parah hingga lebih dari 50 persen dan satu rumah lain ikut terdampak di bagian atap.
Berdasarkan informasi dari Sukarman, mertua salah satu korban, dua bangunan yang hangus terbakar tersebut merupakan rumah milik Bu Tati dan Agus Setyawan.
Sukarman menyebutkan bahwa kobaran api pertama kali muncul dari area dapur rumah Bu Tati sebelum akhirnya menjalar luas.
"Saya tadi sedang di ruang tamu. Tahu-tahu api dari dapur Bu Tati sudah menjalar dan berkobar ke atas," ujar Sukarman saat memberikan keterangan di lokasi kejadian, Rabu.
Karena situasi yang mencekam dan perrambatan api yang sangat cepat, mereka hanya sempat mengevakuasi satu unit kulkas dan satu lemari. Kedua rumah yang terbakar dilaporkan hangus terbakar dan rata dengan tanah.
Melihat api yang membesar dengan cepat, Sukarman bersama anaknya langsung bergegas menyelamatkan barang-barang berharga di dalam rumah.
"Saya tadi kaget. Saat menarik kulkas dan lemari, puing api sudah berjatuhan ke tubuh saya, tapi saya tetap paksakan (menyelamatkan barang)," tutur Sukarman.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun korban kehilangan seluruh harta benda. Kerugian materiil masih dalam penghitungan.
Petugas pemadam kebakaran berhasil membendung api dan mencegah perambatan ke rumah-rumah lain di sekitar kawasan padat penduduk tersebut. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni