Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dituduh Penipu oleh Korban Deepfake AI, Begini Respons Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Ika Nur Jannah • Minggu, 31 Mei 2026 | 10:31 WIB
Gubernur Jawa barat, Dedi Mulyadi berikan tanggapan video AI. (Instagram/dedimulyadi71)
Gubernur Jawa barat, Dedi Mulyadi berikan tanggapan video AI. (Instagram/dedimulyadi71)

RADARTUBAN - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan tanggapan tenang terhadap dua video viral di media sosial yang diduga mengandung penghinaan kepadanya. 

Dalam video tersebut, seorang warga dari Kalimantan Timur menuduh Dedi menipu setelah ia menjadi korban penipuan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Merespons tuduhan tersebut, Dedi menyatakan bahwa dia tidak mempermasalahkan sebutan penipu yang ditujukan padanya. 

Baca Juga: YouTube Kini Permudah Pengguna Kenali Video AI dengan Label Baru

Yang menurutnya lebih penting adalah memberikan bantuan kepada korban agar masalahnya dapat diselesaikan.

Menanggapi kerasnya komentar dari korban, Dedi menunjukkan sikap yang berbeda. Ia tidak marah dan justru fokus memberikan bantuan serta penanganan kepada mereka yang tertipu.

"Saya dituduh apa pun, dibuat brand apa pun oleh siapa pun, bagi saya tidak ada masalah. Yang penting saya akan tetap berbuat sekemampuan saya terhadap sesama manusia," ungkap Dedi Mulyadi.

Dedi menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang ia terima, pria dari Kalimantan Timur tersebut telah menjadi korban penipuan sebanyak dua kali. 

Penipuan pertama terkait dengan tawaran hadiah yang mengharuskan korban membayar uang tebusan, sedangkan penipuan kedua berkaitan dengan pekerjaan di Jakarta yang ternyata tidak ada.

Penipuan ini menggunakan modus deepfake AI yang mengatasnamakan Dedi Mulyadi atau yang akrab dipanggil KDM. 

Dalam video viral tersebut, korban mengekspresikan kemarahan dan kekecewaannya karena tertipu oleh suara dan video yang dihasilkan AI.

Dedi menyatakan bahwa ia telah meminta timnya untuk menghubungi korban guna menyelidiki lebih lanjut mengenai kasus ini. 

Ia juga menegaskan akan memberikan bantuan sesuai kemampuannya, meskipun korban bukan berasal dari Jawa Barat.

"Meskipun Bapak warga Kalimantan Timur, tetapi sekemampuan saya akan bantu menyelesaikan. Jangan sampai ada lagi masyarakat yang tertipu. Akibat tertipunya sama AI, marahnya sama saya," tuturnya.

Baca Juga: Viral Pocong di Kediri Ternyata Pelajar, Polisi Ungkap Motif Bikin Konten

Dedi juga memahami bahwa korban sedang mengekspresikan kemarahan dan kekecewaannya terhadap Lembur Pakuan dan kepadanya secara pribadi sebagai akibat dari penipuan yang menggunakan teknologi AI.

"Saya paham Bapak mengekspresikan seluruh kemarahan dan kekecewaan pada Lembur Pakuan dan pada saya secara personal, tetapi saya tidak akan marah pada Bapak. Saya ingin membantu menyelesaikan problem Bapak," kata Dedi.

Melalui kasus ini, Dedi Mulyadi menekankan pentingnya perhatian terhadap meningkatnya penyalahgunaan teknologi AI yang digunakan untuk penipuan. 

Ia mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap berbagai bentuk penipuan yang mengatasnamakan dirinya maupun pejabat lainnya.

Kasus ini menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi deepfake AI semakin canggih dan dapat mengecoh masyarakat awam yang melihat suara dan video yang sangat mirip dengan aslinya. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#video viral #Dedi Mulyadi #gubernur jawa barat #Kalimantan Timur