Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Profil Dadan Hindayana, Ahli Serangga IPB yang Pernah Pimpin BGN Sebelum Dicopot Prabowo

Hardiyati Budi Anggraeni • Rabu, 3 Juni 2026 | 07:35 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana

RADARTUBAN – Nama Dadan Hindayana kembali menjadi perhatian publik setelah Presiden Prabowo Subianto mencopotnya dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dalam perombakan besar struktur pimpinan lembaga tersebut.

Di balik posisinya sebagai pejabat negara, Dadan sebenarnya memiliki latar belakang akademik yang cukup unik. Jauh sebelum dipercaya memimpin BGN, ia dikenal sebagai seorang ilmuwan dan pakar serangga yang meniti karier panjang di dunia pendidikan tinggi.

Dadan tercatat sebagai Kepala BGN pertama sejak lembaga tersebut dibentuk pada masa pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Dia resmi dilantik pada 19 Agustus 2024 di Istana Negara, Jakarta, berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 94P Tahun 2024.

Baca Juga: Presiden Prabowo Copot Dandan Hindayana dari Kepala BGN, Ini Alasannya

Ketika pemerintahan berganti kepada Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2024, Dadan kembali mendapatkan kepercayaan untuk memimpin BGN. 

Dalam menjalankan tugasnya, dia didampingi tiga wakil kepala, yakni Brigjen Polisi Sony Sonjaya, Nanik S Deyang, dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.

Namun setelah sekitar satu setengah tahun pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah melakukan evaluasi dan memutuskan mengganti jajaran pimpinan BGN.

Berawal dari Dunia Akademik

Sebelum terjun ke pemerintahan, Dadan merupakan akademisi yang menghabiskan sebagian besar kariernya di IPB University.

Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Hama dan Penyakit Tumbuhan pada 1990. Ketertarikannya terhadap dunia serangga kemudian membawanya melanjutkan studi ke Jerman.

Pada 1997, Dadan meraih gelar magister dari University of Bonn. Tak berhenti di sana, ia meneruskan pendidikan doktoral di Leibniz Universität Hannover dan berhasil menyandang gelar PhD pada tahun 2000.

Setelah menyelesaikan studi, Dadan kembali ke Indonesia dan melanjutkan kiprahnya sebagai dosen sekaligus peneliti.

Doktor Entomologi yang Mendunia

Sepanjang perjalanan akademiknya, fokus penelitian Dadan tidak pernah jauh dari dunia serangga.

Ia dikenal sebagai pakar entomologi, yakni cabang ilmu biologi yang secara khusus mempelajari serangga beserta seluruh aspek kehidupannya.

Baca Juga: BGN Dukung Efisiensi APBN 2026, Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Maksimal

Bidang tersebut mencakup penelitian mengenai struktur tubuh serangga, siklus hidup, perilaku, ekologi, hingga hubungan serangga dengan manusia, tumbuhan, dan hewan.

Kepakarannya membuat Dadan menjadi salah satu akademisi yang cukup diperhitungkan di bidang perlindungan tanaman dan pengendalian hama di Indonesia.

Dari Kampus ke Kursi Pemerintahan

Perjalanan Dadan dari laboratorium penelitian menuju kursi pimpinan lembaga negara menjadi salah satu kisah menarik dalam birokrasi Indonesia.

Saat dipercaya memimpin BGN, ia mengemban tugas besar mengawal program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Kini, setelah dicopot dari jabatan Kepala BGN, nama Dadan kembali menjadi sorotan. Meski masa jabatannya berakhir, rekam jejaknya sebagai ilmuwan dan akademisi tetap menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya sebelum memasuki dunia pemerintahan

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#BGN #ahli serangga #nanik s deyang #presiden prabowo subianto #Dadan Hindayana