RADARTUBAN - Mendapatkan pekerjaan impian di era kompetitif saat ini tentu menjadi keinginan semua orang.
Sayangnya, antusiasme yang tinggi dari para pencari kerja sering kali dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Di jagat maya, marak bertebaran lowongan kerja (loker) palsu alias bodong yang penampilannya sekilas sangat meyakinkan.
Banyak korban terjebak karena tanda-tanda penipuan ini terlihat sangat sepele pada awalnya.
Agar Anda tidak menjadi korban berikutnya, penting untuk mengenali ciri-ciri utamanya.
Baca Juga: Tertipu Lowongan Kerja di TikTok, Gadis Asal Pasuruan Kehilangan Honda PCX Usai Wawancara Palsu
Loker bodong biasanya menggunakan alamat email gratis (seperti Gmail atau Yahoo) alih-alih email domain resmi perusahaan.
Selain itu, deskripsi pekerjaan yang ditawarkan cenderung tidak jelas atau terlalu muluk-muluk dengan iming-iming gaji fantastis tanpa syarat keahlian yang logis.
Dilansir dari Kompas.com, salah satu ciri paling mencolok dari loker penipuan adalah adanya pungutan biaya.
Modus yang paling sering digunakan adalah mewajibkan kandidat untuk membeli tiket transportasi atau akomodasi melalui agen travel fiktif tertentu yang diklaim bekerja sama dengan perusahaan.
Pihak penipu biasanya berjanji bahwa semua biaya tersebut nantinya akan diganti (reimbursement) saat proses wawancara selesai.
Ingat, perusahaan kredibel dan profesional tidak akan pernah memungut biaya sepeser pun dalam seluruh tahapan seleksi karyawannya.
Jika Anda menemui undangan wawancara yang terkesan mendesak, dikirim pada jam tidak wajar, dan meminta transfer uang dengan dalih apa pun, segera hentikan komunikasi.
Baca Juga: Pemerintah Buka Lowongan Kerja Koperasi Merah Putih untuk 1,4 Juta Warga Kurang Mampu
Jangan biarkan ruang keputusasaan membuat Anda lengah dalam menyaring informasi pekerjaan.
Tetaplah bersikap skeptis, lakukan riset mendalam pada profil perusahaan, dan gunakan platform pencari kerja yang sudah terverifikasi secara resmi agar masa depan karier Anda tetap aman. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni