Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Klarifikasi Pramono Anung: Tidak Semua Rute Transjabodetabek Naik Tarif hingga Rp 15 Ribu

Ika Nur Jannah • Sabtu, 13 Juni 2026 | 12:59 WIB
Gubernur DKI jakarta, Pramono Anung. (Instagram @pramonoanungw)
Gubernur DKI jakarta, Pramono Anung. (Instagram @pramonoanungw)

RADARTUBAN - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan penjelasan resmi mengenai rencana penyesuaian tarif layanan bus Transjabodetabek.

Ia menegaskan, isu kenaikan tarif seluruh rute hingga Rp 15 Ribu tidaklah sepenuhnya benar.

“Tidak semua rute Transjabodetabek itu akan mengalami kenaikan yang sama. Mungkin satu-dua rute yang akan mengalami penyesuaian harga, tetapi saya tetap akan memberlakukan transjabodetabek sama dengan Transjakarta. Angkanya berapa nanti segera akan kami putuskan,” kata Pramono 

Pramono menjelaskan bahwa penyesuaian tarif hanya akan diterapkan pada rute-rute tertentu yang memiliki biaya operasional lebih tinggi. 

Baca Juga: Pramono Anung Tegaskan Pemprov DKI Akan Lakukan Modifikasi Cuaca Jika Curah Hujan Harian Jakarta Melebihi 200 mm

Salah satu rute yang disebutkan akan mengalami penyesuaian adalah rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta karena merupakan layanan rute panjang.

“Penyesuaian tarif diperlukan pada beberapa rute yang biaya operasional tinggi, seperti rute panjang, contohnya layanan dari Blok M ke Bandara Soekarno-Hatta,” jelasnya.

Untuk tarif yang akan diberlakukan akan diputuskan oleh pramono. 

"Angkanya berapa nanti segera akan kami putuskan," ujar pramono

Pramono yang juga memastikan akan memperlakukan Transjabodetabek sama seperti TransJakarta dalam hal tarif pengelolaan.

Alasan penyesuaian tarif ini disebabkan oleh beban subsidi yang terlalu besar bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pramono mengakui bahwa beban subsidi Transjabodetabek tergolong berat sehingga perlu dilakukan evaluasi.

Namun, Pramono memastikan bahwa penyesuaian tarif akan dirancang agar tidak memberatkan masyarakat, baik warga Jakarta maupun warga daerah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek).

Pemprov DKI Jakarta akan segera menentukan sejumlah rute yang akan terkena tarif baru dalam beberapa bulan ke depan, bukan hanya jalur Blok M menuju Soekarno-Hatta tetapi juga rute Transjabodetabek lainnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#transjabodetabek #kenaikan tarif #pramono anung #gubernur dki jakarta