Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

IDI TTU Gelar Aksi 1.000 Lilin untuk Kenang dr Icha, Tenaga Kesehatan Serukan Solidaritas

Ika Nur Jannah • Minggu, 28 Juni 2026 | 15:04 WIB
Ratusan tenaga kesehatan di TTU menggelar aksi 1.000 lilin sebagai bentuk duka dan solidaritas atas meninggalnya dr Eliza Princila Utami Pakaenoni.
Ratusan tenaga kesehatan di TTU menggelar aksi 1.000 lilin sebagai bentuk duka dan solidaritas atas meninggalnya dr Eliza Princila Utami Pakaenoni.

RADARTUBAN - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, bersama tenaga kesehatan dan sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi 1.000 lilin untuk mengenang almarhumah dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr Icha.

Aksi solidaritas tersebut berlangsung di depan Kantor DPRD TTU, Sabtu (27/6) malam.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 18.15 Wita dengan pembacaan pernyataan sikap, doa bersama, penyalaan lilin, serta orasi dari para peserta aksi. Acara kemudian ditutup dengan bunyi sirene dari tiga ambulans milik Rumah Sakit Leona Kefamenanu.

Baca Juga: Tanggapan Jokowi Hingga Kapolri Soal Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Koordinator aksi, Inadiana Fernandes, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus ungkapan duka cita atas kepergian dr Icha.

"Ini merupakan aksi solidaritas kami para dokter di TTU untuk mengenang kepergian dokter Icha. Aksi menyalakan 1.000 lilin ini juga sebagai bentuk keprihatinan atas kejadian yang menimpa beliau hingga akhirnya meninggal," kata Inadiana.

Menurut Inadiana, aksi tersebut juga menjadi simbol solidaritas antartenaga medis di Kabupaten TTU.

Ditemukan Meninggal di Rumah Orang Tua

dr Icha ditemukan meninggal dunia di rumah orang tuanya yang berada di Perumahan RSS Bautana, Kabupaten Kupang, pada Jumat (26/6).

"Dia ditemukan tergantung di lantai dua sekitar pukul 17.55," ujar pamannya, Fabianus Banase.

Pihak keluarga memutuskan untuk tidak melakukan autopsi terhadap jenazah dr Icha. Selanjutnya, jenazah dibawa ke rumah duka di Baumata untuk disemayamkan.

Fabianus juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai penyebab meninggalnya dr Icha.

"Kami mengucapkan terima kasih atas doa, perhatian, dan dukungan dari semua pihak. Kami juga berharap tenaga kesehatan mendapat perlindungan sehingga dapat menjalankan tugas kemanusiaannya dengan aman," ungkapnya. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Dokter Icha #kesehatan #solidaritas #nusa tenggara timur #idi