RADARTUBAN - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai meminta pelatihan bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak dibangun dengan pendekatan fisik yang berlebihan.
Menurut Pigai, pembentukan mental cukup menekankan disiplin, tanggung jawab, kecepatan, ketepatan, dan kejujuran.
"Bagian yang ketiga ini mental tidak harus ditanamkan dengan sistem militer, tetapi sifatnya yakni disiplin, tanggung jawab, cepat, tepat, dan jujur. Harus menghindari latihan fisik yang berlebihan," Ujar Natalius Pigai.
Baca Juga: Bertambah Satu, Total 4 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia Saat Latsarmil
Pigai menyampaikan hal tersebut atas meninggalnya lima peserta Latsarmil SPPI 2026 dan menilai sistem pendidikan perlu dievaluasi secara menyeluruh.
"Saya juga merasa prihatin dengan kejadian ini dan kami turut berbelasungkawa. Saya sarankan sistem pendidikannya dievaluasi secara menyeluruh," Katanya .
Ia juga meminta penyebab kematian para peserta diusut secara profesional dan transparan.
Pigai menilai pembentukan mental calon pengelola koperasi tidak harus mengikuti pola pendidikan militer.
Ia tekanan penguatan karakter bisa dilakukan tanpa latihan fisik yang berlebihan.
Dengan demikian, pelatihan tetap membentuk mental kerja tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
Sikap itu menegaskan bahwa pelatihan calon manajer Kopdes sebaiknya diarahkan pada peningkatan kapasitas manajerial, bukan pada pola tempaan ala militer. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni