RADARTUBAN - Pemerintah memastikan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak lagi menjalani latihan militer.
Kepala Badan komunikasi pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari menyebut keputusan itu lahir dari evaluasi pemerintah terhadap pelaksanaan pelatihan sebelumnya.
Menurut di, program yang semula memuat unsur kemiliteran kini telah diubah menjadi pembekalan bela negara, dan pelatihan manajerial.
Qodari mengatakan pemerintah tidak menutup diri terhadap masukan masyarakat terkait polemik pelatihan yang sempat menuai sorotan.
"Pemerintah tidak menutup mata. Pemerintah menerima setiap saran dari masyarakat sebagai wujud kepedulian bersama," Ungkap Qodari.
Menurutnya, esensi penting seperti pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan rasa cinta tanah air, tetap dipertahankan.
Qodari menyatakan bahwa metode pelaksanaan akan disesuaikan untuk lebih efektif dan mempertimbangkan kondisi fisik serta kesehatan mental peserta.
Perbaikan ini, menurutnya dilakukan agar program lebih tepat sasaran dan memberi manfaat yang ada bagi seluruh peserta.
"Kami ingin mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya profesional dan berintegritas, tetapi juga siap menyongsong program-program prioritas pemerintah dengan penuh rasa percaya diri,” tutur dia.
Dia menyatakan pemerintah optimis terhadap perubahan ini akan membawa angin segar dan pihaknya berkomitmen penuh untuk mendampingi, melindungi, dan mengantarkan putra-putri terbaik bangsa menuju gerbang pengabdian sejati.
Ia menyakini para peserta SPPI adalah generasi pilihan yang melangkah dengan niat mulia, mengabdi kepada negara dan membangun masa depan lebih baik melalui program kerja merah putih dan kampung nelayan merah putih. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni