RADARTUBAN - Garuda Indonesia kembali mencatatkan prestasi yang membanggakan.
Di tengah berbagai tantangan yang pernah menghantam industri penerbangan nasional, maskapai pelat merah ini tetap berdiri sebagai salah satu ikon aviasi Asia.
Tak banyak yang menyadari, Garuda Indonesia kini menempati posisi keempat dalam daftar maskapai penerbangan tertua di Asia yang masih beroperasi.
Dikutip dari 3M Magazine berdasarkan arsip sejarah resmi masing-masing maskapai, Air India menjadi maskapai tertua di Asia dengan tahun pendirian 1932.
Posisi berikutnya ditempati Philippine Airlines (1941), Pakistan International Airlines atau PIA (1946), lalu Garuda Indonesia yang resmi berdiri pada 1949.
Garuda Indonesia Bertahan Lebih dari Tujuh Dekade
Usia lebih dari 75 tahun menjadi bukti bahwa Garuda Indonesia bukan sekadar perusahaan penerbangan, melainkan bagian dari perjalanan sejarah bangsa.
Sejak awal berdiri, maskapai ini telah menjadi penghubung berbagai wilayah Indonesia hingga membuka akses ke puluhan destinasi internasional.
Di bawah Garuda, jutaan penumpang telah merasakan perjalanan yang menjadi bagian dari perkembangan ekonomi, pariwisata, hingga diplomasi Indonesia.
Bersanding dengan Maskapai Legendaris Asia
Di bawah Garuda Indonesia terdapat Japan Airlines (1951), Thai Airways (1960), dan Korean Air (1962).
Seluruh maskapai tersebut dikenal sebagai pemain utama yang ikut membentuk wajah industri penerbangan modern di Asia.
Masuknya Garuda Indonesia dalam daftar ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki warisan penerbangan yang tak kalah panjang dibanding negara-negara lain di kawasan.
Baca Juga: Garuda Indonesia Turun dari Bintang 5 ke 4 Skytrax, Maskapai Janji Benahi Layanan dan Keuangan
Meski perjalanan Garuda Indonesia tidak selalu mulus dan sempat menghadapi tekanan finansial dalam beberapa tahun terakhir, fakta bahwa maskapai ini tetap mengudara menjadi simbol daya tahan sebuah perusahaan nasional.
Di tengah persaingan industri yang semakin ketat, status sebagai maskapai tertua keempat di Asia menjadi pengingat bahwa Garuda Indonesia masih menyimpan sejarah, pengalaman, dan nilai strategis yang sulit ditandingi. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni