Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Viral Petani Terbang Naik Drone, Pengunggah Minta Maaf: Hanya Konten Iseng, Bukan Terjadi di Jombang

Hardiyati Budi Anggraeni • Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:37 WIB
Video viral petani naik drone di Tuban. (Tangkapan layar media sosial)
Video viral petani naik drone di Tuban. (Tangkapan layar media sosial)

RADARTUBAN – Video yang memperlihatkan seorang petani terbang naik drone sempat menghebohkan media sosial.

Setelah menjadi perbincangan luas, pengunggah video, Budianto (47), akhirnya menyampaikan permintaan maaf sekaligus meluruskan informasi yang beredar.

Direktur PT Bina Tani Makmur Jombang itu menegaskan bahwa video yang diunggah melalui akun TikTok @mbahkaruhon bukan direkam di Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, sebagaimana banyak disebut warganet.

Pernyataan tersebut disampaikan Budianto saat memberikan klarifikasi di Mapolsek Kabuh, didampingi petugas kepolisian.

"Saya mengklarifikasi bahwa video petani naik drone tersebut bukan dibuat di wilayah Kabuh, Jombang," ujar Budianto dalam video klarifikasinya.

Baca Juga: Musim Kemarau, Petani Tuban Beralih ke Jagung, Target Produksi Naik Jadi 784 Ribu Ton

Ia juga meminta maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang ditimbulkan akibat unggahan tersebut. Budianto mengaku akan mengingatkan seluruh mitranya agar tidak lagi melakukan aksi serupa karena berpotensi membahayakan keselamatan.

"Saya memohon maaf kepada seluruh masyarakat. Saya juga akan menyampaikan kepada mitra saya bahwa tindakan tersebut sangat berbahaya dan tidak akan mengulanginya lagi," katanya.

Direkam di Tuban, Hanya untuk Konten

Sebelumnya, Budianto telah menjelaskan bahwa video viral itu direkam di kawasan perkebunan di Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.

Menurutnya, aksi menerbangkan seseorang menggunakan drone bukan bagian dari aktivitas kerja maupun metode operasional perusahaan, melainkan sekadar konten media sosial yang dilakukan secara spontan.

Ia mengaku ide tersebut muncul saat mencoba mengetahui kemampuan angkat drone yang biasa digunakan untuk kebutuhan pertanian.

"Awalnya hanya iseng. Kami penasaran apakah drone ini mampu mengangkat beban sekitar 60 sampai 70 kilogram. Ternyata bisa, tetapi itu hanya untuk konten dan sebenarnya tidak diperbolehkan digunakan mengangkut orang," jelasnya.

Budianto menyebut orang yang terlihat terbang dalam video merupakan kepala area sekaligus rekan kerjanya.

Drone Disiapkan untuk Angkut Logistik Pertanian

Di balik viralnya video tersebut, Budianto menjelaskan drone itu sebenarnya dimanfaatkan untuk membantu distribusi logistik pertanian.

Baca Juga: Dari Alat Petani Menjadi Senjata Perang, Sejarah Caluk dalam Perlawanan Rakyat Tuban

Perusahaannya saat itu tengah menggarap lahan baru di wilayah pesisir Merakurak, Tuban. Medan yang berlumpur membuat kendaraan sulit menjangkau lokasi sehingga distribusi pupuk maupun bibit menjadi terkendala.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, drone penyemprot pertanian dimodifikasi agar mampu membawa barang.

Tandon air dan komponen penyemprot dilepas sehingga bobot drone menjadi lebih ringan. Selanjutnya, drone dipasangi tali pengikat yang digunakan untuk mengangkut pupuk maupun bibit tanaman ke lokasi yang sulit dijangkau kendaraan.

"Tangki air kami lepas, kemudian drone dimodifikasi dengan memasang tali untuk membawa pupuk atau bibit. Tujuannya memang untuk distribusi logistik, bukan mengangkut manusia," terang Budianto.

Meski demikian, ia menegaskan penggunaan drone untuk membawa orang bukan prosedur yang dibenarkan dan tidak akan dilakukan lagi.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa konten media sosial yang dibuat demi hiburan tetap harus mempertimbangkan aspek keselamatan.

Selain berisiko membahayakan pelaku, aksi semacam itu juga dapat memicu peniruan oleh masyarakat jika tidak disertai penjelasan yang memadai. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#drone #video petani naik drone #petani terbang naik drone #jombang #konten