RADARTUBAN - Bandara Kertajati tak lagi hanya diproyeksikan sebagai pusat transportasi udara. Kawasan di sisi barat bandara tersebut kini disiapkan menjadi pusat peningkatan produksi pesawat PT Dirgantara Indonesia (PTDI) setelah perusahaan pelat merah itu menerima penugasan strategis dari Presiden Prabowo Subianto.
Penugasan tersebut mencakup produksi 80 unit pesawat CN235 dan 30 unit pesawat N219, sehingga total mencapai 110 pesawat.
Langkah ini dinilai sebagai salah satu proyek paling ambisius untuk memperkuat industri kedirgantaraan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada produk impor.
Kolaborasi PTDI dan BIJB Resmi Dimulai
Untuk merealisasikan target tersebut, PTDI menjalin kemitraan dengan PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (Perseroda) atau BIJB melalui penandatanganan Nota Kesepahaman pada Rabu (16/7).
Baca Juga: Prabowo Minta Aparat Introspeksi, Kepala Bakom: Tak Ada Perlakuan Istimewa di Hadapan Hukum
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang menyaksikan penandatanganan tersebut, menegaskan bahwa kemajuan industri nasional hanya dapat dicapai melalui keberpihakan terhadap produk dalam negeri.
"Kalau bukan kita, siapa lagi? Kita memiliki kemampuan, memiliki industrinya, tinggal bagaimana kita menciptakan pasarnya. Negara-negara maju selalu memulai dari keberpihakan terhadap industri dalam negerinya sendiri sebelum mampu bersaing di pasar global," tegas AHY dikutip dari Investortrust.
Tak Hanya Produksi, Kertajati Disiapkan Jadi Ekosistem Dirgantara
Pada tahap awal, PTDI akan memanfaatkan fasilitas Bandara Kertajati, termasuk landasan pacu, untuk mendukung uji terbang pesawat sayap tetap, helikopter, hingga pesawat tanpa awak (UAS) bagi kebutuhan pertahanan maupun komersial.
Lebih jauh, kawasan ini juga akan dikembangkan menjadi ekosistem kedirgantaraan terpadu.
Mencakup pengujian, sertifikasi, Maintenance, Repair and Overhaul (MRO), produksi struktur pesawat, hingga layanan life cycle support.
Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara, Gita Amperiawan, optimistis proyek ini akan memperkuat kolaborasi lintas sektor.
"Ini akan menjadi suatu kolaborasi antara industri, pemerintah, pemerintah daerah, dan global partner," ujarnya.
Apabila target produksi berjalan sesuai rencana, transformasi Kertajati berpotensi menjadi tonggak baru kebangkitan industri dirgantara Indonesia sekaligus menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni