Airlangga Temui Huawei dan ByteDance, Bidik Investasi AI dan Pusat Riset di Indonesia

Ika Nur Jannah • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 13:55 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. ( Instagram.com/@airlanggahartanto_official)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. ( Instagram.com/@airlanggahartanto_official)

RADARTUBAN - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dengan dua perusahaan teknologi asal China, Huawei dan ByteDance pada Jumat (17/7). 

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan memperkuat infrastruktur digital nasional.

Airlangga menegaskan bahwa Huawei merupakan mitra yang strategis yang potensial untuk mendukung transformasi digital Indonesia.

Terutama setelah Indonesia resmi bergabung sebagai salah satu negara pendiri World Artificial Inteligence Cooperation Organization (WAICO). 

"Setelah Indonesia secara resmi menjadi salah satu negara pendiri WAICO,. Kami ingin memastikan adanya lompatan nyata dalam kerjasama teknologi," Ujar Airlangga.

Baca Juga: Uni Eropa Paksa Google Buka Android dan Data Penelusuran untuk Pesaing

Menurut Airlangga, kapabilitas Huawei di bidang kecerdasan buatan (AI), Infrastruktur telekomunikasi, dan komputasi awan (cloud computing) menjadi modal kuat untuk mempercepat transformasi digital Indonesia. 

Pertemuan antara pemerintah Indonesia dan Huawei menghasilkan 4 fokus peluang kerja sama strategis. Pembahasan meliputi: 

1. Investasi infrastruktur AI dan komputasi awan 
2. Penguatan talenta digital dan keamanan siber
3. Percepatan digitalisasi pemerintah dan UMKM. 
4. Penerapan solusi energi hijau untuk pusat data. 

Selain dengan Huawei, menteri koordinator bidang perekonomian, juga menggelar pertemuan dengan manajemen ByteDance, induk usaha dari platform global seperti Tik tok, CapCut, Lark, Douyin, dan Toutio.

Dalam pertemuan tersebut, Airlangga menyampaikan apresiasi atas komitmen investasi ByteDance di Indonesia, khususnya melalui integrasi Tokopedia dan Tiktok sop yang dinilai memperkuat ekosistem perdagangan digital nasional.

"Pemerintah Indonesia mengapresiasi kepercayaan ByteDance yang terus memperkuat investasi di Indonesia," Ungkapnya.

Selain itu, pemerintah Indonesia mendorong ByteDance untuk memperluas kerjasama dalam sektor pengembangan kecerdasan buatan (AI), termasuk Large Language models (LLM), Machine Learning, dan generativ AI.

Airlangga menyatakan, potensi pasar digital indonesia yang besar dan pertumbuhan talenta lokal menjadi modal kuat untuk membangun ekosistem AI yang inklusif.

Baca Juga: Febrie Adriansyah Diperiksa sebagai Tersangka, Jawab 18 Pertanyaan dan Belum Ditahan Kejagung

"Indonesia memiliki pasar digital yang besar, talenta digital yang terus berkembang, serta komitmen kuat dalam membangun ekosistem AI yang inklusif," Ujar Airlangga.

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa rangkaian pertemuan dengan Huawei dan ByteDance merupakan bagian dari diplomasi ekonomi untuk menarik investasi bernilai tambah tinggi di sektor teknologi.

Kerjasama ini diharapkan dapat mempercepat arsiteknologi, memperkuat kapasitas talenta digital nasional, serta mengurangi kesenjangan penguasaan teknologi kecerdasan buatan (AI). (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
huawei bytedance AI kecerdasan buatan airlangga hartanto