Fakta Menarik: Ini Alasan Marga Orang Inggris Terdengar Aneh Saat Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia

Puput Dwi Indrawati • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:34 WIB
ilustrasi marga unik orang inggris. (tangkapan layar video YouTube All About Sejarah)
ilustrasi marga unik orang inggris. (tangkapan layar video YouTube All About Sejarah)

RADARTUBAN- Pernahkah Anda iseng mencoba menerjemahkan nama-nama asli orang Inggris ke dalam bahasa Indonesia? Jika iya, hasilnya mungkin sering kali membuat dahi berkerut atau bahkan memancing tawa.

Bayangkan saja, nama keluarga seperti Taylor ternyata berarti 'Penjahit', Smith bermakna 'Pandai Besi', dan Baker yang punya arti 'Tukang Roti'.

Terdengar sangat sederhana dan sedikit aneh jika diterapkan sebagai nama keluarga sehari-hari di negara kita, bukan? Namun, di balik keunikan terjemahan tersebut, tersimpan sebuah sejarah panjang yang sangat seru dan menarik untuk ditelusuri.

Asal mula pemberian nama keluarga atau marga di Inggris ini memiliki akar sejarah yang merentang jauh hingga ke abad pertengahan. Semuanya bermula pada momen bersejarah di tahun 1066.

Baca Juga: Prabowo Minta Siswa Kelas 1 SD Belajar Bahasa Inggris, Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Spanyol, Prancis, dan Rusia.

Pada masa itu, wilayah Inggris berhasil ditaklukkan oleh bangsa Norman. Sebelum datangnya bangsa Norman, mayoritas masyarakat Inggris biasanya hanya memiliki satu nama tunggal. 

Karena jumlah penduduk semakin bertambah padat dan nama yang digunakan sering kali sama persis, orang-orang mulai kebingungan.

Sebagai solusi cerdas, bangsa Norman kemudian memperkenalkan sistem nama keluarga untuk mempermudah membedakan antara satu individu dengan individu lainnya.

Sistem pemberian marga ini semakin menguat dan perlahan diwajibkan seiring berjalannya waktu. Kewajiban ini diperkuat pada tahun 1381 untuk mengakomodasi pencatatan pajak yang lebih rapi.

Kemudian, aturan identitas ini kembali dipertegas pada tahun 1583 ketika pemerintah secara resmi mewajibkan pencatatan setiap kelahiran, pernikahan, hingga kematian warga negaranya.

Kini, keberagaman marga tersebut telah berkembang dengan sangat pesat. Diperkirakan terdapat sekitar 45 ribu marga yang berbeda saat ini.

Dikutip dari penjelasan video edukasi sejarah di kanal YouTube All About Sejarah, "Hari ini diperkirakan ada sekitar empat puluh lima ribu marga berbeda di Inggris.

Dan menariknya hampir semuanya bisa ditelusuri ke satu hal sederhana, yaitu bagaimana seseorang dikenali di komunitasnya. Pada masa belum ada KTP, foto, maupun arsip digital, nama keluarga berfungsi sebagai penanda sosial."

Sumber pembentukan nama keluarga ini terbagi dalam beberapa kategori unik:

Profesi: Seseorang pandai besi diberi marga Smith, sementara pembuat roti menjadi Baker.

Baca Juga: Polemik 10 Universitas RI Memanas, CELIOS Minta Kampus Elite Inggris Tolak Kerja Sama Pemerintah

Tempat Tinggal: Orang yang rumahnya dekat hutan akan memiliki marga Wood, dan yang bermukim di area bukit menjadi Hill.

Ciri Fisik: Pria berambut merah dipanggil Red, sedangkan yang bertubuh mungil diberi marga Short.

Patronomik dan Matrominik: Ini adalah sistem marga yang diturunkan dari nama ayah atau ibu. Ciri utamanya adalah penggunaan akhiran "son" atau huruf "s". Itulah mengapa kita sering mendengar nama Johnson (anak John) atau Williams (keturunan William).

Walaupun begitu, tidak semua marga bisa dilacak asal-usulnya dengan mudah. Ada beberapa marga yang masih sulit ditelusuri sejarahnya oleh para ahli, contohnya marga penyanyi terkenal Katty Perry.

Asal-usul nama marga "Perry" ini masih membingungkan, apakah berasal dari nama pohon pir, lokasi spesifik di masa lampau, atau sekadar perubahan pelafalan dari bahasa lain.

Sejarah panjang pembentukan marga di Inggris memberikan kita sudut pandang menarik tentang bagaimana identitas diciptakan. Perbedaan kebiasaan orang zaman dahulu dan sekarang terlihat sangat jelas.

Pada masa lalu, marga diciptakan murni sebagai "penanda" sosial agar seseorang tidak tertukar dengan tetangganya. Namun, orang zaman sekarang memberikan nama kepada anak tidak lagi sekadar sebagai penanda kosong, melainkan sebagai bentuk doa yang tulus demi kebaikan masa depan sang anak. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Sumber : Youtube All About Sejarah
nama keluarga Inggris marga bahasa indonesia