RADARTUBAN - Belakangan ini jagat media sosial dihebohkan oleh riuh netizen yang mendadak terkejut usai mendapati nama mereka tercatat masuk ke dalam kriteria strata tertinggi.
Setelah ramai diperbincangkan di media sosial terkait masyarakat yang masuk ke dalam desil 10, sebenarnya apa itu desil 6-10 dalam DTSEN?
Baca Juga: Bahlil Sentil Orang Kaya Beli Pertalite, Desil 9-10 Diminta Tak Ambil Hak Rakyat
Apa Itu Desil 6-10?
Desil 6-10 berarti pengelompokan warga berstatus finansial moderat hingga puncak yang secara otomatis tereliminasi dari daftar prioritas penerima bantuan sosial dari pemerintah.
Pada sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), seluruh strata rumah tangga di tanah air dikategorikan ke dalam sepuluh desil, di mana peringkat terendah merepresentasikan kelompok paling rentan, sementara peringkat tertinggi menandakan populasi paling makmur.
Untuk menentukan posisi suatu rumah tangga tidak hanya berfokus pada kalkulasi upah bulanan atau gaji pokok.
Penilaian tersebut mengukur beragam aspek multidimensi yang mencakup latar belakang personal, status pekerjaan, riwayat edukasi, mutu konstruksi tempat tinggal, kapasitas daya listrik rumah, hingga penguasaan barang berharga atau aset pribadi.
Kombinasi parameter tersebut menghasilkan gambaran utuh mengenai kondisi finansial nyata dari suatu keluarga.
Apakah Desil 6-10 Berhak Mendapat Bansos?
Dalam skema penyaluran bantuan pemerintah, tingkat prioritas ditentukan berdasarkan peringkat yang diduduki oleh tiap keluarga.
Desil 1 hingga 4 dijadikan sasaran utama penerima bantuan tunai bersyarat seperti Program Keluarga Harapan (PKH) serta jaminan pasokan sembako
Sementara itu, kelompok yang menduduki desil 6 hingga 10, secara umum tidak diprioritaskan untuk mendapatkan paket bantuan sosial karena dinilai telah memiliki ketahanan ekonomi yang cukup independen dan memadai.
Kendati begitu, penetapan penggolongan tersebut tidak serta-merta menggugurkan atau mengesahkan hak warga atas semua jenis bantuan negara.
Tiap-tiap skema bantuan memiliki kualifikasi, regulasi, serta penyeleksian peserta yang berbeda.
Oleh sebab itu, warga yang terdata pada desil pertengahan hingga puncak dianjurkan tetap perlu mengetahui persyaratan spesifik dari program bantuan yang ingin diketahui.
Apakah Desil Bisa Diubah?
Dinamika penggolongan ini juga bersifat tidak permanen alias dinamis, sehingga posisi suatu rumah tangga berpeluang bergeser selaras dengan realitas ekonomi keluarga yang bersangkutan.
Perubahan posisi ini dapat dipicu oleh fluktuasi kondisi pekerjaan, tingkat pendapatan, pergeseran jumlah anggota keluarga, maupun tempat tinggal.
Jika angka yang tertera dalam sistem dianggap melenceng jauh dari fakta lapangan, warga memiliki hak untuk melayangkan permohonan pembaruan data.
Proses pengajuan pembaruan data tersebut tidak secara otomatis mengubah desil seseorang. Setiap data yang masuk dan disampaikan wajib melalui tahapan verifikasi serta validasi ulang oleh petugas berwenang. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari