Geger! 777 Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Diare Massal Diduga Usai Santap Menu MBG

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 15:41 WIB
Ratusan siswa dan guru di SMAN 1 Lasem diduga keracunan usai makan MBG. (Radar Tuban AI)
Ratusan siswa dan guru di SMAN 1 Lasem diduga keracunan usai makan MBG. (Radar Tuban AI)

RADARTUBAN – Insiden keracunan makanan kembali menjadi sorotan publik setelah sebanyak 752 siswa dan 25 guru dari SMA Negeri 1 Lasem, Kabupaten Rembang mengalami masalah pencernaan massal yang diduga akibat mengonsumsi sajian program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (2/9). 

Insiden ini mendadak membuat suasana di lingkungan sekolah menjadi tidak kondusif pasca ratusan warga sekolah tersebut secara bersamaan mengeluhkan gejala yang sama, mulai dari pusing, mual, lemas, muntah-muntah, hingga diare.

Pada Kamis (3/9), pihak sekolah memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar dan memulangkan peserta didik lebih awal. 

Baca Juga: Keracunan MBG di Sidoarjo, BGN Usulkan Kepala SPPG Talang Angin Dicopot

Berawal dari Menu Makan Siang 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, makanan dari program Makan Bergizi Gratis tersebut disalurkan oleh SPPG Soditan dan dikonsumsi oleh para siswa serta jajaran staf pengajar pada Rabu sekitar pukul 11.45 WIB.

Adapun paket hidangan yang dibagikan terdiri dari nasi putih, olahan ayam bakar, pelengkap sambal, lalapan, tempe goreng, serta potongan buah semangka segar yang dikemas dalam plastik. 

Laporan awal mengenai timbulnya keluhan kesehatan sebenarnya sudah mulai diterima oleh pihak sekolah sejak Rabu malam. 

Namun pada saat itu, jumlah siswa yang menghubungi wali kelas masing-masing masih sangat minim, hanya satu hingga dua anak saja. 

Pihak sekolah sempat menganggap kejadian tersebut sebagai keluhan kesehatan biasa yang bersifat individual.

Lonjakan Kasus pada Kamis Pagi

Kondisi berubah drastis pada Kamis pagi (3/9) saat jam belajar mengajar dimulai. 

Laporan anak didik yang tumbang dan mengeluhkan sakit perut melonjak sangat tajam. 

Hampir seluruh ruang kelas melaporkan adanya siswa yang mengalami kondisi fisik tidak prima secara bersamaan.

"Tadi pagi ternyata laporan dari wali kelas menunjukkan jumlah yang sangat besar. Di satu kelas saja, ada sekitar 20 hingga 31 anak yang terdampak. Total ada 752 siswa dari 1.174 siswa dan 25 guru yang terdampak," jelas Kepala Sekolam SMAN 1 Lasen Juhartutik saat memberikan keterangan, Kamis (3/9). 

"Gejala umum yang dirasakan meliputi diare, pusing, lemas, dan beberapa anak bahkan muntah-muntah di area sekolah," sambungnya.

61% Siswa Terdampak, KBM dan Distribusi MBG Dihentikan Sementara

Banyaknya murid yang merasa sakit perut membuat fasilitas toilet di sekolah tidak sanggup menampung tumpukan antrean.

Bahkan, sebanyak lima pelajar terpaksa dilarikan ke puskesmas terdekat agar memperoleh perawatan dari petugas kesehatan.

Mengingat proporsi korban terdampak menembus 61 persen dari keseluruhan siswa, pihak sekolah mengambil langkah untuk meliburkan siswa dan menghentikan sementara penyaluran MBG di sekolah mereka.

Pihak puskesmas, Dinas Kesehatan Rembang, hingga pengelola SPPG kemudian menyambangi sekolah guna menjalankan tindakan medis serta investigasi. Upaya tersebut dilakukan demi mengidentifikasi pemicu utama timbulnya gangguan kesehatan tersebut.

Juhartutik menyatakan bahwa sekolah saat ini masih menanti hasil pengujian laboratorium untuk membuktikan apakah gejala massal tersebut memang dipicu oleh konsumsi makanan MBG. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
sppg soditan sman 1 lasem rembang Mbg keracunan