Purbaya Dicopot dari Menkeu, Pengamat Soroti Potensi Bumerang Politik bagi Prabowo

Nadiyatul Ul Ya • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 16:31 WIB
Pengamat IPO soroti potensi bumerang politik akibat pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa. (Tangkapan layar Youtube)
Pengamat IPO soroti potensi bumerang politik akibat pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa. (Tangkapan layar Youtube)

RADARTUBAN – Pencopotan Purbaya Yudi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan menjadi perhatian dalam dinamika politik pemerintah.

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurniasyah, menilai keputusan tersebut berpotensi menjadi bumerang politik bagi pemerintah.

Hal itu disampaikan Dedi saat membahas pencopotan Purbaya dalam sebuah podcast.

Menurutnya, pergantian menteri memang menjadi kewenangan Presiden. Namun, dari sisi politik, waktu dan kondisi Purbaya yang sedang mendapat perhatian publik menjadi hal yang perlu diperhatikan.

“Kalau kemudian proses pemecatannya dianggap oleh publik sesuatu yang tidak lazim, bukan tidak mungkin justru Purbaya menjadi lawan politik Prabowo,” ujar Dedi.

Baca Juga: BBM Tak Naik, Purbaya Yudhi Sadewa Siapkan Dana Jumbo Rp100 Triliun untuk Tambal Subsidi

Dedi menilai pencopotan Purbaya tidak bisa langsung dikaitkan dengan persoalan kinerja. 

Dalam pembahasannya, ia menyebut Purbaya selama menjabat melakukan sejumlah perubahan, termasuk di lingkungan Kementerian Keuangan serta kebijakan yang berkaitan dengan pajak dan bea cukai.

Menurut Dedi, posisi Purbaya juga dinilai berbeda karena ia lebih terbuka dalam menyampaikan pandangan.

Ia menyebut Purbaya beberapa kali memiliki pandangan yang tidak selalu sama dengan pemerintah dalam membahas sejumlah kebijakan dan program.

Selain persoalan politik, Dedi turut menyoroti kemungkinan dampak pergantian Menteri Keuangan terhadap kondisi ekonomi.

Perubahan secara mendadak pada posisi tersebut dapat menjadi perhatian bagi pasar dan investor karena Menteri Keuangan memiliki peran dalam pengelolaan keuangan negara.

“Jadi secara politik, ini saya kira kurang tepat, karena Purbaya ini sedang menjadi salah satu figur yang cukup populer,” kata Dedi.

Dedi juga menilai perhatian masyarakat terhadap Purbaya belum tentu berhenti setelah dirinya tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Posisi Purbaya setelah pencopotan masih dapat menjadi bagian dari dinamika politik selanjutnya, meskipun arah politiknya akan bergantung pada perkembangan yang terjadi. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
pencopotan menteri keuangan Purbaya Yudhi Sadewa prabowo suahasil nazara