Indonesia Akhirnya Punya Kapal Induk, Giuseppe Garibaldi Masuk Dikawal 2 Fregat TNI AL

Tulus Widodo • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 07:32 WIB
Kapal ITS Giuseppe Garibaldi-551 telah tiba di perairan Indonesia. (ANTARA FOTO)
Kapal ITS Giuseppe Garibaldi-551 telah tiba di perairan Indonesia. (ANTARA FOTO)

RADARTUBAN – Bukan kapal perang biasa yang kali ini melintas di laut Indonesia. Dari Italia, ITS Giuseppe Garibaldi-551 akhirnya memasuki perairan Indonesia, Kamis (17/9). 

Kedatangannya langsung menyedot perhatian karena kapal eks Angkatan Laut Italia itu diproyeksikan menjadi kapal induk pertama yang dioperasikan Indonesia.

Momen tersebut terasa makin dramatis ketika Giuseppe Garibaldi memasuki wilayah Indonesia. 

Dua fregat TNI AL, KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, langsung mengambil posisi mengawal kapal raksasa tersebut menuju Jakarta. 

Laut pun menjadi panggung penyambutan armada baru yang punya sejarah panjang di Mediterania.

Baca Juga: Kunjungi Kediaman Prabowo, Menhan Jepang Berikan Hadiah Miniatur Kapal Perang Mikasa

Dari Italia, Kini Dikawal TNI AL

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul memastikan Giuseppe Garibaldi telah memasuki perairan Indonesia.

“ITS Giuseppe Garibaldi telah memasuki Perairan Indonesia, rencananya besok Jumat, 18 September akan tiba di Jakarta,” kata Tunggul dikutip dari Antara News.

Perjalanan kapal ini bukan perjalanan singkat. Giuseppe Garibaldi bertolak dari Italia pada 24 Agustus dan menempuh perjalanan lintas negara sebelum akhirnya memasuki perairan Indonesia.

Begitu memasuki wilayah nasional, pengawalan pun beralih kepada TNI AL. 

KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321 mengawal Giuseppe Garibaldi menuju Jakarta.

Jumat Jadi Hari Bersejarah

Kapal tersebut dijadwalkan bersandar di Dermaga Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (18/9) hari ini. 

Penyambutan akan melibatkan jajaran petinggi pertahanan Indonesia.

Kedatangan Giuseppe Garibaldi sekaligus menandai babak baru dalam sejarah kekuatan laut Indonesia. 

Kapal yang memiliki kemampuan membawa dan mengoperasikan pesawat itu akan menjadi bagian penting dari pembahasan mengenai kemampuan proyeksi kekuatan maritim Indonesia.

Namun, sorotan publik tidak boleh berhenti pada gagahnya kapal dan pengawalan dua fregat.

Punya kapal induk adalah satu perkara. Mengoperasikannya secara efektif, menyiapkan sumber daya manusia, sistem pendukung, serta menentukan peran strategisnya adalah tantangan yang jauh lebih besar.

Kini Giuseppe Garibaldi sudah tiba di halaman depan. Pertanyaan berikutnya: seberapa besar kapal ini akan mengubah wajah kekuatan maritim Indonesia? (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Giuseppe Garibaldi italia tni al kapal perang