RADARTUBAN – Popularitas mainan squishy berbentuk dumpling di media sosial kini dibayangi persoalan keamanan.
Sejumlah negara mengambil tindakan setelah menemukan potensi bahaya pada produk tersebut, mulai dari komponen yang bisa mengembang di dalam tubuh hingga kandungan bahan kimia pada lapisan mainan.
Amerika Serikat, Inggris, dan Laos telah menerapkan langkah pengawasan dengan fokus yang berbeda. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan masih menelusuri regulasi serta kajian terkait keamanan mainan squishy.
Risiko Manik Air Picu Penarikan di AS
Otoritas keselamatan produk konsumen Amerika Serikat menarik dua jenis squishy dumpling dari peredaran pada September 2026.
Total produk yang terdampak dalam penarikan tersebut diperkirakan mencapai 15.200 unit.
Langkah itu diambil karena mainan mengandung manik air yang berisiko tertelan.
Baca Juga: Kekaisaran Kuno Pernah Bergetar karena Ketapel, yang Sekarang Dianggap Mainan Anak
Jika masuk ke dalam tubuh, komponen tersebut dapat mengembang dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.
Kasus di Amerika Serikat ini berkaitan dengan bahaya manik air, bukan kandungan benzena sebagaimana ditemukan dalam pemeriksaan sejumlah produk di Inggris.
Inggris Soroti Kandungan Bahan Kimia
Pengawasan di Inggris mengarah pada persoalan berbeda. Office for Product Safety and Standards (OPSS) menetapkan Squeezy Dumplings sebagai produk dengan risiko kimia serius setelah pengujian menemukan benzena pada lapisan luar sebagian mainan.
Konsentrasi benzena yang dilaporkan mencapai 20 miligram per kilogram atau empat kali lipat dari angka 5 miligram per kilogram yang disebut sebagai batas acuan dalam laporan tersebut.
Penertiban turut menyasar peredaran produk di sejumlah wilayah. Samsons Cash and Carry, sebuah grosir di Cardiff, menjadi salah satu lokasi penjualan yang mendapat perhatian.
Di Hull, petugas Trading Standards menyita dan memusnahkan lebih dari 1.000 mainan serupa dari pengecer.
Pemeriksaan di Swansea juga menemukan sejumlah senyawa organik volatil atau volatile organic compounds (VOC) pada mainan squishy tiruan yang disita. Senyawa yang terdeteksi antara lain etilbenzena, stirena, dan beberapa jenis xilena.
Benzena merupakan zat yang bersifat karsinogenik, sehingga paparannya menjadi perhatian dalam aspek kesehatan. Temuan tersebut menambah sorotan terhadap keamanan mainan yang banyak diminati anak-anak.
Baca Juga: Dulu Mainan Anak, Kini Jadi Barang Koleksi Mahal: Mengapa Harga LEGO Melonjak?
Laos Hentikan Penjualan Squishy Tanpa Sertifikasi
Laos menerapkan pengawasan dengan cakupan lebih luas. Pada 28 Juli 2026, Kementerian Industri dan Perdagangan negara tersebut dilaporkan memerintahkan penghentian impor dan penjualan mainan squishy yang tidak memiliki sertifikasi.
Kebijakan itu tidak terbatas pada mainan berbentuk dumpling. Produk squishy lain yang tidak memenuhi persyaratan sertifikasi juga masuk dalam sasaran pengawasan, termasuk barang yang dijual di toko, pasar, maupun platform daring.
Dalam pemeriksaan di pasar, sejumlah mainan squishy impor dilaporkan mengandung benzena melebihi batas yang diperbolehkan.
Pemerintah setempat juga mengingatkan masyarakat mengenai potensi risiko paparan benzena dalam jangka panjang.
Di sisi lain, cerita sejumlah orang tua mengenai kondisi kesehatan anak yang diunggah ke media sosial turut menjadi perhatian. Meski demikian, unggahan.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni