Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Musik Jadi Ruang Aman Wulan Rahma, Cara Pelajar SMKN 2 Tuban Kelola Emosi

Shafa Dina Hayuning Mentari • Senin, 13 April 2026 | 16:06 WIB
Wulan Rahma Andyta. (RADAR TUBAN)
Wulan Rahma Andyta. (RADAR TUBAN)

RADARTUBAN - Bagi banyak remaja, musik bukan sekadar deretan melodi dan nada yang mengalun.

Musik juga sebagai bahasa universal yang mampu menerjemahkan gejolak emosi yang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Hal inilah yang dirasakan Wulan Rahma Andyta. 

Wulan memandang musik sebagai cermin sekaligus obat bagi jiwa seseorang.

Dalam kesehariannya yang disibukkan dengan aktivitas akademik di sekolahnya, remaja asal Desa Gesikharjo Kecamatan Palang ini mengaku, musik berperan dalam menjaga keseimbangan suasana hatinya. 

Menurutnya, alasan utama mengapa musik terasa begitu personal adalah karena adanya keterikatan antara lirik dengan realitas dalam kahidupan.

Baca Juga: Kisah Novi Sita, Jadikan Kegemaran K-Pop sebagai Ruang Pulih dan Bertumbuh di Tengah Penyakit

Dia merasa seringkali lagu-lagu yang dia dengarkan seolah sedang membicarakan kondisinya sendiri. 

‘’Biasanya lirik sama nadanya relate dengan apa yang kita rasakan. Jadi, rasanya seakan benar-benar nyata,” ujarnya. 

Bagi remaja 17 tahun ini, musik juga memiliki fungsi ganda. Di satu sisi dapat menjadi pelarian sementara untuk melupakan beban pikiran. 

Di sisi lain musik juga bisa menjadi jembatan untuk lebih memahami dan menerima perasaan yang sedang dia alami. 

Dia melanjutkan, musik dapat sangat membantu ketika dirinya sedang sendirian atau merasa terbebani dengan pikiran-pikiran yang menumpuk. ‘’Dapat dibilang, musik hadir untuk memberikan ketenangan dan rasa ditemani,’’ tuturnya. 

Wulan mengakui ada kalanya perasaannya sangat sulit untuk diungkapkan secara lisan. Di titik inilah lagu menjadi media penyampaian pesan yang efektif sebagaimana apa yang dia rasakan. 

‘’Ada perasaan yang sulit diungkapkan, tapi lewat lagu jadi bisa diutarakan tanpa harus susah-susah merangkai kalimat,” ungkap siswi SMKN 2 Tuban jurusan bisnis digital ini. 

Hubungan antara suasana hati dan musik yang dia dengarkan pun bersifat timbal balik.

Wulan cenderung menyesuaikan daftar putar lagunya dengan kondisi emosional yang dia rasakan. 

Baca Juga: Musik dan Ketenangan Jiwa: Terapi Sederhana di Tengah Dunia yang Bising

Dia meyakini, bahwa musik memiliki kemampuan untuk memperbaiki suasana hati dan memberikan rasa lega setelah mendengarkannya. 

‘’Bisa dibilang, musik menjdi ruang amanku untuk bisa lepas sejenak dari tekanan akademis dan rutinitas sehari-hari yang kadang terasa berat,” pungkas remaja Gemini ini. (saf/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#ruang aman #jiwa #palang #remaja #Musi Banyuasin