RADARTUBAN - Memiliki paras menawan rupanya bukan jaminan utama untuk menyandang gelar duta daerah.
Bagi Aureli Yumna Syahada, esensi dari seorang perwakilan atau duta terletak pada kedalaman karakter, integritas yang kokoh, serta konsistensi untuk mengabdi kepada masyarakat.
Bagi remaja 17 tahun tersebut, terjun ke berbagai ajang pemilihan duta bukan semata-mata demi mengejar prestise, gelar, atau rentetan piala.
Lebih dari itu, kegiatan ini disebut bisa membentuk dirinya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar sekaligus wadah efektif untuk mengasah potensi diri.
Baca Juga: Duta Antinarkoba Tuban Faiqotul Ul Fiyah: Kecerdasan Jadi Pesona Perempuan yang Bertahan Lama
‘’Menurutku, di era sekarang memiliki kemampuan akademik saja tidak cukup. Kita sangat perlu memiliki semangat untuk terus belajar, berkembang, dan berani mencoba hal-hal baru," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Langkah berani remaja asal Perumnas Tasikmadu itu membuahkan hasil manis. Sederet prestasi gemilang berhasil ditorehkannya dalam kurun waktu singkat.
Mulai dari menyandang gelar Putri Adiwiyata SMAN 1 Tuban 2025, menyabet Juara 1 Duta Anti Narkoba Kabupaten Tuban 2025, dan yang terbaru berhasil menembus jajaran Finalis Cung Ndhuk Kabupaten Tuban 2026.
‘’Sebenarnya semua orang memiliki kesempatan yang sama. Hanya saja, kesempatan itu hanya akan menjadi miliki bagi mereka mau mencoba. Jadi, jangan pernah takut. Mulailah dari langkah kecil, terus belajar, dan jangan takut mencoba meskipun kita belum merasa sempurna,’’ tandas alumni SMP Techno Insan Kamil itu. (saf/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama