RADARTUBAN - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur resmi meluncurkan program Puslatda Jatim sebagai langkah awal menuju PON XXII 2028 di NTT-NTB.
Program ini mulai dijalankan pada Juli 2025 dengan fokus utama pada pembinaan atlet terbaik dari berbagai cabang olahraga.
Pada tahap awal, prioritas rekrutmen diberikan kepada atlet peraih medali emas dan perak di PON XXI 2024 di Aceh-Sumut.
Meski sudah dimulai, komposisi kekuatan atlet Jawa Timur untuk PON mendatang masih belum sepenuhnya terlihat.
Dari data yang ada, tercatat ada 226 atlet yang meraih medali emas maupun perak di PON 2024.
Namun, tidak semua atlet akan langsung masuk program Puslatda. KONI Jatim menerapkan kriteria seleksi yang ketat, mulai dari kondisi fisik hingga ketentuan dari masing-masing cabang olahraga.
Seleksi Ketat dengan Fokus pada Regenerasi Atlet
Ketua KONI Jawa Timur, Nabil, menegaskan bahwa pemilihan atlet dilakukan dengan teliti. “Pertama, kami melihat kondisi fisik mereka.
Kedua, bagi yang meraih emas dan perak, jika usianya sudah tidak memenuhi syarat untuk PON, kami akan menggantinya dengan atlet lain,” ujar Nabil seperti dikutip dari laman resmi.
Sebagai contoh, untuk cabang balap sepeda, terjadi perubahan komposisi karena adanya batas usia maksimal 21 tahun.
Hal ini menunjukkan pentingnya regenerasi dan keberlanjutan pembinaan atlet sejak dini.
Pemantauan Atlet Potensial di Porprov dan Single Event
Selain peraih medali emas dan perak, KONI Jatim juga memantau atlet jebolan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) maupun berbagai single event dalam beberapa tahun terakhir.
Penilaian dilakukan berdasarkan catatan prestasi dan kemampuan mereka dibandingkan dengan standar Puslatda.
“Bisa saja mereka tampil baik di Porprov, tetapi belum memenuhi standar Puslatda. Namun, jika berpotensi, kami tetap akan membina dan mengembangkan mereka. Jika nanti memenuhi syarat, langsung kami rekrut,” kata Nabil.
Program Latihan dan Try Out untuk Tingkatkan Kualitas
Puslatda Jatim juga akan menerapkan tes berkala untuk memastikan peningkatan kualitas atlet. Program pendukung seperti training camp dan try out di dalam maupun luar negeri menjadi agenda penting demi menambah jam terbang dan pengalaman atlet.
“Untuk try out, kami fokus pada event-event bergengsi,” tutup Nabil.
Dengan langkah ini, Puslatda Jatim diharapkan dapat mencetak atlet unggul dan memperkuat posisi Jawa Timur di PON XXII 2028. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama