RADARTUBAN – Enam tahun penantian itu akhirnya pecah juga. Setelah Asprov PSSI Jawa Timur resmi menunjuk Persatu Tuban sebagai tuan rumah penyisihan Grup C Liga 4 tahun 2025, gelombang antusiasme suporter langsung mengalir deras.
Bagi Laskar Ronggolawe, kabar ini bukan sekadar agenda pertandingan—melainkan pulangnya kembali atmosfir sepak bola nasional ke Bumi Ronggolawe.
Ketua Aliansi Suporter Persatu Tuban, Solehul Anwar, mengaku momen ini terasa historis.
Tuban terakhir kali merasakan hiruk-pikuk pertandingan Liga Indonesia pada 2019, ketika Persatu masih berjuang di Liga 2.
“Hampir enam tahun, akhirnya pertandingan Liga Indonesia kembali di Tuban. Pastinya kami sebagai suporter Persatu menyambut positif, bisa mendukung tim kebanggaan secara langsung,” ujarnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Tuban.
Baca Juga: Ada Pemain Eks Arema dan Deltras, Persatu Tuban Resmi Perkenalkan Skuad Liga 4
Tuan Rumah Sebagai Momentum Kebangkitan Persatu
Bagi Anwar, status tuan rumah bukan hanya kehormatan, tetapi juga peluang besar.
Persatu yang tengah berupaya bangkit diyakini mampu memanfaatkan keuntungan tampil di depan publik sendiri.
“Momentumnya juga tepat ketika tim ini tengah berusaha bangkit,” ucapnya.
Komitmen besar pun langsung dibangun. Anwar menegaskan bahwa kelompok suporter Laskar Ronggolawe telah sepakat memenuhi tribun Stadion Tuban Sport Center (TSC) pada setiap laga.
“Tak hanya suporter, kami juga mengajak masyarakat untuk ikut serta mendukung setiap langkah Persatu,” katanya.
Konsolidasi Suporter dan Sambut Derby Tuban
Dalam waktu dekat, para pentolan suporter dari berbagai sektor akan dikumpulkan untuk menyamakan ritme sebelum kembali menggema di tribun.
“Kami akan mengadakan kumpul suporter dari seluruh sektor, sekaligus memanasi semangat sebelum kembali bersorak di tribun,” jelas pria asal Kelurahan Sidorejo itu.
Atmosfer panas juga diprediksi menyambut Derby Tuban antara Persatu dan Bumi Wali FC yang akan tersaji beberapa pekan mendatang.
Anwar memandang laga itu bukan ajang permusuhan, melainkan ruang memperkuat keharmonisan klub-klub asal Tuban.
“Kami juga menekankan kepada anggota suporter untuk menjaga sikap dan kondusivitas ketika berada di stadion. Ini adalah komitmen bersama dari para suporter,” tutupnya.
Deru drum, chant, dan warna khas suporter Laskar Ronggolawe tampaknya akan kembali mengisi udara TSC.
Tuban bersiap menyambut kembali denyut kompetisi nasional—dan suporter Persatu berjanji memastikan tribun tak pernah kosong. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama