RADARTUBAN - Dominasi Jawa Timur di SEA Games kembali menjadi sorotan setelah provinsi ini tampil sebagai salah satu penyumbang medali terbesar bagi Indonesia pada SEA Games 2025 di Thailand.
Capaian tersebut mempertegas bahwa Dominasi Jawa Timur di SEA Games bukanlah hasil instan atau keberuntungan sesaat, melainkan buah dari pembinaan atlet yang dilakukan secara konsisten dan terarah.
Pada ajang SEA Games 2025, Jawa Timur mengirimkan 134 atlet ke dalam kontingen Indonesia.
Dari jumlah tersebut, atlet Jawa Timur berhasil menyumbangkan total 99 medali untuk Merah Putih.
Rincian medali itu terdiri atas 34 emas, 35 perak, dan 30 perunggu.
Capaian ini membuat Jawa Timur berkontribusi sekitar 34 persen dari total medali emas Indonesia pada SEA Games 2025.
Angka tersebut sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai daerah dengan kontribusi emas terbesar bagi Indonesia di ajang olahraga Asia Tenggara tersebut.
Konsistensi Prestasi Jadi Kunci Dominasi
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai prestasi ini lahir dari proses panjang yang dijalani atlet Jawa Timur.
Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi atlet dan pelatih yang mampu menjaga prestasi di level internasional.
“Terima kasih atas seluruh dedikasi dan kontribusi luar biasa dalam membawa harum nama Indonesia dan mengibarkan Merah Putih,” ujar Khofifah.
“Semoga prestasi ini terus dijaga dan ditingkatkan, hingga mampu bersaing di ajang yang lebih prestisius seperti Olimpiade,” lanjutnya.
Menurut Khofifah, pembinaan atlet tidak boleh berhenti pada satu momentum kompetisi saja.
Ia menekankan pentingnya kesinambungan program pembinaan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga serta KONI Jawa Timur.
Langkah tersebut dinilai penting agar pembinaan olahraga Jawa Timur tetap berjalan sistematis dan berkelanjutan.
Efektivitas Pembinaan Atlet Jawa Timur
Ketua KONI Jawa Timur Muhammad Nabil menyebut keberhasilan ini menunjukkan efektivitas sistem pembinaan atlet di daerah.
Ia menegaskan bahwa meskipun jumlah atlet Jawa Timur tidak terlalu besar, kualitas pembinaan mampu menghasilkan prestasi maksimal.
“Kami dua kali berturut-turut menjadi penyumbang emas terbanyak di SEA Games,” kata Nabil.
“Pada 2023 sekitar 31 persen, dan pada 2025 meningkat menjadi 34 persen,” ujarnya.
Nabil menilai Dominasi Jawa Timur di SEA Games merupakan hasil kerja jangka panjang dari seluruh pemangku kepentingan olahraga.
Ia optimistis pembinaan olahraga Jawa Timur mampu melahirkan prestasi serupa pada ajang internasional berikutnya.
Atlet Daerah Jadi Pilar Prestasi Nasional
Salah satu sorotan pada SEA Games 2025 datang dari atlet triathlon asal Magetan, Martina Ayu.
Martina menjadi atlet Jawa Timur dengan perolehan medali terbanyak pada ajang tersebut.
Ia sukses meraih tujuh medali yang terdiri atas lima emas dan dua perak.
Prestasi tersebut menunjukkan bahwa atlet Jawa Timur dari daerah non-metropolitan mampu bersaing di level internasional.
Martina menyampaikan bahwa dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menjaga motivasi atlet.
“Perjalanan ini tidak mudah dan penuh tantangan,” ujar Martina.
“Dukungan dari Jawa Timur bukan sekadar bonus, tetapi menjadi penyemangat untuk terus berjuang membawa prestasi bagi Indonesia,” tambahnya.
Keberhasilan Jawa Timur pada SEA Games 2025 menegaskan bahwa Dominasi Jawa Timur di SEA Games lahir dari sistem pembinaan yang berkelanjutan.
Pembinaan olahraga Jawa Timur dinilai mampu menjawab tantangan regenerasi atlet nasional.
Dengan konsistensi prestasi ini, atlet Jawa Timur diproyeksikan tetap menjadi tulang punggung Indonesia di ajang olahraga internasional mendatang. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni