RADARTUBAN - Generasi Z Tak Kenal Olahraga Prestasi menjadi perhatian serius Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dalam upaya memperkuat ekosistem olahraga nasional yang berkelanjutan.
Isu tersebut mengemuka dalam audiensi antara Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (SIWO PWI) Pusat dan KONI Pusat di Jakarta.
Pertemuan itu tidak hanya membahas hubungan kelembagaan, tetapi juga menyoroti tantangan besar publikasi olahraga prestasi di tengah perubahan perilaku konsumsi informasi generasi muda.
Ketua Umum KONI Pusat Letnan Jenderal TNI (Purn.) Marciano Norman menilai peran media sangat menentukan dalam mengenalkan olahraga prestasi kepada masyarakat luas.
Ia menekankan bahwa keterhubungan antara organisasi olahraga dan media perlu diperkuat hingga ke daerah.
“Harapannya di daerah, hubungan KONI provinsi dan SIWO semakin baik, baik dari sisi komunikasi maupun saling mendukung,” kata Marciano Norman.
Menurutnya, wartawan memiliki peran strategis dalam membentuk persepsi publik terhadap olahraga prestasi.
Marciano juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas komunikasi menjadi kunci agar informasi olahraga dapat diterima secara utuh oleh masyarakat.
Pernyataan tersebut memperkuat posisi SIWO PWI sebagai bagian penting dalam ekosistem pembinaan olahraga nasional.
Dalam audiensi yang sama, Sekretaris Jenderal KONI Pusat Tb. Lukman Djajadikusuma secara terbuka menyoroti rendahnya tingkat pengenalan generasi muda terhadap organisasi olahraga nasional.
Ia menyebut tantangan terbesar saat ini adalah menjangkau Generasi Z yang hidup di tengah arus informasi digital.
“Kalau generasi Z ditanya apakah mengenal KONI, belum tentu mereka tahu,” ujar Tb. Lukman Djajadikusuma.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa strategi komunikasi olahraga perlu diperbarui.
Ia menilai media olahraga memegang peranan penting dalam mendekatkan olahraga prestasi dengan generasi muda.
“Karena itu, sinergi SIWO dan humas KONI menjadi sangat penting agar olahraga prestasi semakin dikenal,” tambahnya.
Tb. Lukman juga menegaskan bahwa tanpa dukungan media, prestasi atlet sulit dikenal publik.
“Media adalah stakeholder penting dalam olahraga prestasi,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa atlet dapat menjadi figur publik berkat peran media olahraga yang konsisten dan kredibel.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Generasi Z Tak Kenal Olahraga Prestasi bukan sekadar isu komunikasi, tetapi juga menyangkut masa depan pembinaan atlet.
Dalam konteks ini, SIWO PWI didorong untuk mengambil peran edukatif, khususnya di daerah.
Penguatan organisasi SIWO di tingkat pusat dan daerah dinilai penting agar pesan olahraga prestasi tersampaikan secara berimbang.
Kepala Bidang Organisasi KONI Pusat Eko Budi Supriyanto menilai kejelasan legalitas organisasi SIWO menjadi fondasi penyelesaian berbagai persoalan di daerah.
Ia menyebut kepastian status SIWO sebagai konstituen resmi KONI akan memperkuat kerja sama dengan media olahraga.
Menurutnya, legalitas yang jelas akan mempermudah koordinasi antara KONI daerah dan SIWO daerah.
Langkah tersebut diharapkan berdampak langsung pada kualitas informasi olahraga yang dikonsumsi masyarakat.
Dengan penguatan sinergi tersebut, isu Generasi Z Tak Kenal Olahraga Prestasi diharapkan dapat dijawab melalui pendekatan komunikasi yang relevan dan berkelanjutan.
KONI Pusat menilai keterlibatan aktif SIWO PWI menjadi kunci agar olahraga prestasi tidak semakin jauh dari perhatian generasi muda.
Upaya kolaboratif antara KONI Pusat, SIWO, dan media olahraga dipandang sebagai kebutuhan strategis demi masa depan olahraga Indonesia. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni