RADARTUBAN – SEA Games 2027 tak lagi dipandang sekadar ajang persaingan medali di kawasan Asia Tenggara.
Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia mulai memosisikan SEA Games 2027 sebagai pijakan strategis menuju panggung dunia, termasuk Olimpiade 2028.
Langkah awal itu dibahas dalam pertemuan di Graha Kemenpora yang turut melibatkan Presiden National Olympic Committee Indonesia serta Duta Besar RI untuk Malaysia.
SEA Games 2027 sendiri dijadwalkan berlangsung di Malaysia dengan konsep penyelenggaraan di empat wilayah berbeda.
Model multiwilayah ini menjadi tantangan tersendiri bagi setiap kontingen, termasuk Indonesia.
SEA Games 2027 sebagai Batu Loncatan Olimpiade 2028
Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa SEA Games 2027 harus dimaknai lebih dari sekadar kompetisi regional.
Ia menyebut komunikasi informal dengan Presiden NOC Malaysia sudah dilakukan guna menyamakan visi besar.
“Nah spiritnya sejauh ini sudah sama, bagaimana memaksimalkan fungsi SEA Games supaya lebih banyak nomor olimpiade dan kalau bisa bahkan lisensi supaya bisa mendapatkan tiket ke Olimpiade 2028,” sebut Presiden NOC.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa SEA Games 2027 diproyeksikan sebagai bagian dari jalur kualifikasi dan penguatan cabang olahraga yang memiliki nomor Olimpiade 2028.
Jika lebih banyak nomor olimpiade dipertandingkan, peluang atlet Indonesia menembus Olimpiade 2028 semakin terbuka.
Momentum ini dinilai penting karena pembinaan atlet menuju Olimpiade 2028 membutuhkan jam terbang kompetitif sejak level regional.
Persaingan Ketat Asia Tenggara
Selain soal lisensi, faktor persaingan juga menjadi perhatian serius.
Tuan rumah Malaysia diprediksi tampil agresif demi menjadi juara umum di SEA Games 2027.
Indonesia pun harus bersaing ketat dengan Thailand dan Vietnam yang sama-sama mengincar posisi papan atas.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, mengingatkan pentingnya kesiapan sejak dini.
“Artinya kita harus kembali mulai mempersiapkan dengan benar. Berarti persaingan kita nanti dengan Thailand dan Vietnam, yang tentu ingin menempati nomor dua dan tiga. Nah, kita tentu berkompetisi yang sama di posisi itu,” jelas Menpora Erick.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa jalan menuju Olimpiade 2028 tidak bisa dilepaskan dari hasil maksimal di SEA Games 2027.
Tantangan Logistik dan Koordinasi
Penyelenggaraan di empat wilayah di Malaysia membuat koordinasi lintas sektor menjadi krusial.
Aspek mobilitas atlet dan distribusi logistik harus dipetakan secara detail sejak sekarang.
Menpora Erick Thohir menekankan perlunya dukungan Kedutaan Besar RI.
“Pada SEA Games nanti ada empat wilayah yang menjadi lokasinya. Sehingga mungkin nanti beberapa hal perlu dipersiapkan, seperti dari segi logistik dan mobilitas para atlet, dan persiapan lainnya, juga yang perlu dukungan dari KBRI yang lebih tahu kondisi di sana,” terang Menpora.
Dukungan diplomatik tersebut diharapkan mampu memastikan kontingen Indonesia tampil optimal di SEA Games 2027.
Kesiapan nonteknis ini juga akan berdampak langsung pada peluang atlet merebut tiket menuju Olimpiade 2028.
Strategi Jangka Panjang Pembinaan Atlet
SEA Games 2027 menjadi ujian efektivitas pembinaan olahraga nasional.
Event ini sekaligus menjadi etalase kesiapan atlet muda Indonesia di level regional sebelum menatap Olimpiade 2028.
Jika strategi pembinaan berjalan konsisten, SEA Games 2027 bisa menjadi fondasi kuat untuk mengirim lebih banyak wakil ke Olimpiade 2028.
Sebaliknya, kegagalan memaksimalkan ajang ini berpotensi mempersempit peluang Indonesia di pentas global.
Karena itu, SEA Games 2027 kini bukan lagi sekadar perburuan medali, melainkan bagian dari peta jalan besar menuju Olimpiade 2028.
Langkah yang diambil hari ini akan menentukan posisi Indonesia di masa depan olahraga dunia. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama