RADARTUBAN - Ajang GT World Challenge Asia 2026 di Sirkuit Mandalika menjadi langkah strategis untuk mendorong kemajuan olahraga balap sekaligus memperkuat sektor ekonomi dan pariwisata Indonesia.
Penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 tidak hanya berfungsi sebagai hiburan olahraga, tetapi juga membuka peluang besar bagi pembalap Indonesia untuk berkembang di level internasional.
Dorongan untuk Lahirkan Pembalap Indonesia Berkelas Dunia
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Taufik Hidayat, menegaskan bahwa kehadiran GT World Challenge Asia 2026 menjadi kesempatan emas bagi pembalap Indonesia untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Baca Juga: GTA 6 Belum Rilis, Game Open World Mirip GTA Hadir Lebih Dulu di Fortnite
Dia menilai ajang GT World Challenge Asia 2026 yang akan diselenggarakan pada 1-3 Mei 2025 itu mampu menjadi batu loncatan bagi generasi muda yang ingin meniti karier di dunia balap profesional.
“Selain menjadi ajang bergengsi, kami ingin melihat atlet-atlet balap Indonesia dapat berpartisipasi dan berkembang.
Harapannya, akan lahir pembalap-pembalap baru yang mampu mengharumkan nama bangsa di dunia internasional,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembalap Indonesia menjadi fokus utama dalam pengembangan olahraga otomotif nasional melalui event ini.
Sirkuit Mandalika Kian Mendunia
Sirkuit Mandalika kembali dipercaya sebagai tuan rumah, yang menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menyelenggarakan event motorsport kelas dunia.
Keberadaan Sirkuit Mandalika tidak hanya meningkatkan citra Indonesia di mata internasional, tetapi juga berdampak langsung pada sektor pariwisata lokal.
Event GT World Challenge Asia 2026 di Sirkuit Mandalika diharapkan mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Hal ini sekaligus memperkuat posisi Sirkuit Mandalika sebagai destinasi unggulan sport tourism di Indonesia.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tiba di Washington DC untuk Hadiri KTT Perdana Board of Peace
Kehadiran Sean Gelael Jadi Sorotan
Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, mengungkapkan bahwa GT World Challenge Asia 2026 akan menghadirkan persaingan sengit dari berbagai pembalap dunia.
Ia menyebutkan bahwa ajang ini akan diikuti oleh 23 mobil dan 46 pembalap dari 17 negara yang siap bersaing di lintasan.
Kehadiran Sean Gelael menjadi daya tarik tersendiri bagi publik Tanah Air dalam gelaran GT World Challenge Asia 2026.
“Event GT3 selalu menghadirkan persaingan yang seru. Tahun ini, spesifikasi mobil disesuaikan dengan versi 2026. Total akan ada 23 mobil dan 46 pembalap dari 17 negara. Dari Indonesia akan ada Sean Gelael yang sudah mengonfirmasi keikutsertaannya. Selain itu, kami juga akan mengundang sepuluh pembalap wanita untuk berpartisipasi dalam kejuaraan ini dalam rangka memperingati Hari Kartini,” jelasnya.
Partisipasi Sean Gelael di Sirkuit Mandalika menjadi bukti bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing di ajang internasional.
Dampak Ekonomi dan Pariwisata
GT World Challenge Asia 2026 diyakini akan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah, khususnya di sekitar Sirkuit Mandalika.
Kehadiran ribuan penonton diprediksi akan meningkatkan okupansi hotel, sektor UMKM, serta layanan transportasi lokal.
Selain itu, event ini juga menjadi sarana promosi efektif untuk memperkenalkan keindahan alam Lombok ke dunia internasional.
Dengan demikian, GT World Challenge Asia 2026 tidak hanya berdampak pada olahraga, tetapi juga memperkuat ekonomi nasional.
Baca Juga: Jelang Haji 2026, Kemenhaj Tuban Bekali Karom-Karu: Tekankan Niat, Kekompakan, dan Pelayanan Jamaah
Harapan untuk Masa Depan
Pemerintah berharap GT World Challenge Asia 2026 dapat berlangsung sukses dan memberikan dampak jangka panjang.
Kolaborasi antara pemerintah, pengelola Sirkuit Mandalika, dan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan event ini.
“Saya mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh peserta dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya event ini, termasuk media yang turut menyebarluaskan informasi. Saya berharap gaung GT World Challenge Asia 2026 semakin luas serta mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi pembangunan olahraga dan ekonomi nasional,” pungkasnya.
Dengan dukungan tersebut, pembalap Indonesia diharapkan mampu terus berkembang dan menjadikan GT World Challenge Asia 2026 sebagai momentum kebangkitan motorsport nasional. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama