Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Indonesia Emas 2045: Visi Gemilang atau Ilusi Buram?

radar tuban digital • Kamis, 5 Desember 2024 | 01:18 WIB
Ilustrasi Indonesia Emas dibuat oleh AI.
Ilustrasi Indonesia Emas dibuat oleh AI.

Ditulis oleh: Talitha Dewi Yumna Nabila, Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga Surabaya

“Indonesia Emas 2045” telah menjadi visi besar pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju dalam segala aspek: ekonomi, pendidikan, kemakmuran masyarakat, dan keadilan sosial. Namun, di tengah optimisme tersebut, muncul kekhawatiran bahwa visi gemilang ini bisa bergeser menjadi bayangan kelam “Indonesia Cemas 2045.” 

Pernyataan ini mengundang perdebatan. Sebagian percaya bahwa meskipun terdapat tantangan, visi ini tetap dapat terwujud. Namun, tidak sedikit pula yang skeptis, menganggap kemunduran yang terjadi saat ini adalah sinyal gagalnya cita-cita besar tersebut.

Beberapa dari kita juga pasti menanyakan hal yang sama. “Benarkan akan menjadi Indonesia Emas? atau malah menjadi Indonesia Cemas?” Namun yang menjadi alasan terkuat mengapa pertanyaan tersebut terasa relevan karena data-data yang semakin lama justru semakin membuktikan bahwa kita benar-benar menuju Indonesia Cemas. Jadi, mana yang lebih dekat dengan kenyataan: Indonesia Emas atau Indonesia Cemas?

Artikel ini akan mengupas secara objektif potensi dan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam perjalanan menuju tahun 2045.

 

Potensi Menuju Indonesia Emas

Ketika kita membahas potensi yang dimiliki oleh Indonesia pastinya banyak hal yang terlintas dalam benak kita, entah itu dari sumber daya alam atau sumber daya manusia yang ada. Namun kali ini kita akan membahas secara spesifik mengenai apa saja yang dapat menjadi faktor pendorong pada visi Indonesia Emas.

Yang pertama tentunya dari peningkatan teknologi informasi yang sudah semakin canggih dan merata di Indonesia. Pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet, memberikan peluang besar bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup.

Akses informasi yang luas dan cepat memungkinkan individu untuk belajar, berkembang, dan berinovasi tanpa batas. Bila dimanfaatkan secara maksimal, teknologi ini mampu memperkecil kesenjangan sosial dan meningkatkan daya saing bangsa di tingkat global. 

Potensi selanjutnya terletak pada pendidikan berkualitas yang semakin merata. Pemerataan pendidikan menjadi kunci dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul. Dengan pendidikan yang lebih merata, kesenjangan sosial dapat dikurangi, dan setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi pada pembangunan.

Pendidikan yang berkualitas tidak hanya meningkatkan kemampuan individu, tetapi juga membuka peluang besar bagi inovasi dan pertumbuhan ekonomi. Akses pendidikan yang merata juga ditekankan agar setiap individu dapat memiliki kesempatan yang sama tanpa terhambat faktor lokasi maupun ekonomi.

Yang terakhir adalah pembangunan infrastruktur yang masif. Infrastruktur yang kuat adalah tulang punggung ekonomi. Pembangunan jalan tol, pelabuhan, dan fasilitas umum lainnya memudahkan distribusi barang, meningkatkan produktivitas, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Infrastruktur juga menjadi daya tarik bagi investasi, yang sangat dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan nasional. 

Tantangan Menuju Indonesia Emas

Jika membahas mengenai segala tantangan yang menghambat visi Indonesia Emas 2045 tentunya akan banyak sekali modelnya. Tapi yang ingin saya gali dan paparkan disini adalah faktor-faktor yang terbilang besar dan berpegaruh tinggi pada hampir segala aspek untuk mewujudkan visi ini.

Yang pertama adalah rendahnya tingkat literasi masyarakat di Indonesia. Fakta yang lebih mengejutkan lagi bahwa menurut Institut Statistik UNESCO (UIS), dari 208 negara di dunia, Indonesia menempati urutan ke-100 dengan literasi 95,44 persen. Ternyata posisi Indonesia masih kalah dengan negara Asia Tenggara lainnya.

Padahal, literasi adalah fondasi bagi kemajuan teknologi, inovasi, dan pembangunan sosial. Rendahnya minat membaca di tengah akses teknologi yang melimpah menunjukkan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan informal melalui literasi.

Lalu yang kedua yaitu masih tingginya angka kemiskinan di Indonesia. Mungkin tidak banyak yang menyadari bahwa kemiskinan di Indonesia terjadi bukan hanya karena permasalahan ekonomi, tetapi juga tentang pola pikir. Banyak masyarakat yang hidup dalam zona nyaman, merasa cukup tanpa berupaya meningkatkan taraf hidup.

Pola pikir ini seringkali menjadi jebakan yang menghambat perubahan sosial dan ekonomi secara signifikan. 

Dan yang terakhir adalah masalah paling serius dan hampir selalu muncul kasus di setiap bulannya, yaitu tingginya angka korupsi. Tindakan tersebut berdampak besar karena mencakup segala aspek.

Mulai dari pembangunan, pendidikan, dan juga inovasi teknologi. Tindak pidana korupsi yang semakin membudaya hanya akan membawa Indonesia mengalami kemunduran. Yang menjadi perhatian paling utama pada akibat dari korupsi adalah tidak maksimalnya proses pembangunan negara.

Hal ini memiliki dampak melemahkan akuntabilitas sosial dan ekonomi, yang dimana kedua aspek tersebut adalah kunci paling utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas.

Indonesia Emas 2045: Asa atau Ilusi?

Fakta-fakta yang ada menunjukkan bahwa Indonesia masih berada di persimpangan jalan. Tantangan besar yang menghambat kemajuan bangsa sering kali terasa lebih dominan dibandingkan dengan potensi yang ada. Lebih dari itu, rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan minimnya kolaborasi antara warga dan pemimpin menjadi penghalang besar. 

Namun, masa depan Indonesia tidak hanya bergantung pada pemerintah. Kesuksesan visi Indonesia Emas 2045 menuntut partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. Setiap individu memiliki peran dalam mewujudkan mimpi besar ini mulai dari membangun literasi, berinovasi, hingga menuntut transparansi dan akuntabilitas dari pemimpin bangsa. 

Pada akhirnya, apakah Indonesia akan menjadi Emas atau Cemas, semua tergantung pada usaha kolektif kita sebagai bangsa. Mari jadikan 2045 sebagai tonggak sejarah untuk Indonesia yang lebih baik. (*)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#sumber daya manusia #unesco #Indonesia Emas 2045 #ilusi